Pengguna hanya perlu masuk ke pengaturan keamanan akun Google, kemudian mengaktifkan fitur laporan dark web.
Setelah diaktifkan, sistem akan bekerja secara otomatis memantau apakah data seperti email atau nomor telepon muncul di database kebocoran.
Jika ditemukan indikasi kebocoran, Google akan memberikan notifikasi langsung kepada pengguna.
3. Cek lewat Mozilla Monitor
BACA JUGA:Rahasia Konten Meledak di YouTube! 5 Strategi Sederhana Ini Bisa Bikin Videomu Viral
Layanan ini bekerja dengan cara memindai database kebocoran global.
Pengguna cukup mengunjungi situs Mozilla Monitor dan memasukkan alamat email untuk dilakukan pengecekan.
Dalam beberapa detik, sistem akan menampilkan hasil yang menunjukkan apakah data pernah bocor, termasuk informasi mengenai platform asal kebocoran serta jenis data yang terekspos.
Layanan ini juga biasanya memberikan saran langkah pengamanan lanjutan.
4. Gunakan situs lokal seperti PeriksaData
Bagi pengguna di Indonesia, PeriksaData menjadi alternatif yang mudah digunakan.
Cukup dengan mengakses situsnya dan memasukkan email, pengguna dapat langsung mengetahui status keamanan datanya.
Hasil yang ditampilkan biasanya berupa informasi apakah data pernah bocor serta tingkat risiko yang mungkin terjadi.
5. Gunakan layanan keamanan tambahan