RADARLAMPUNG.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif terbatas dengan bertahan di kisaran level 7.149,98 dalam perdagangan terbaru.
Berdasarkan data yang terlihat, kinerja IHSG dalam jangka pendek cenderung mixed. Dalam 1 hari indeks menguat sekitar 1,82%, namun secara mingguan dan bulanan masih mengalami tekanan masing-masing sebesar -1,79% dan -12,93%.
Sementara itu, dalam jangka 3 bulan hingga 1 tahun, IHSG masih mencatatkan kinerja positif, dengan kenaikan sekitar 18% (3 bulan) dan 10,18% (1 tahun), menandakan tren jangka menengah masih cukup terjaga.
Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi tercatat mencapai 2,1 miliar saham, dengan rata-rata volume 3 bulan sekitar 44,4 miliar saham. Hal ini menunjukkan likuiditas pasar masih relatif stabil meski tekanan jual sempat terjadi.
BACA JUGA:Waspada Downtrend! Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Maret 2026 di Saat IHSG Tertekan
Pada grafik pergerakan, IHSG terlihat mulai membentuk pola konsolidasi setelah sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam. Pergerakan ini membuka peluang terjadinya technical rebound, namun tetap perlu konfirmasi lanjutan.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di area 7.050–7.100 dan resistance di kisaran 7.200–7.300.
Jika mampu menembus resistance terdekat, maka peluang penguatan lanjutan akan terbuka. Namun jika gagal, IHSG berpotensi kembali menguji area support.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
- BBRI – Buy on Weakness di area 5.300–5.400, target 5.650–5.800, stop loss di bawah 5.200
- ANTM – Speculative Buy di area 1.700–1.750, target 1.900–2.000
- MEDC – Buy di area 1.200–1.230, target 1.300–1.350
- EXCL – Trading Buy di area 2.800–2.900, target 3.100–3.250
- SMDR – Buy on Weakness di area 420–430, target 450–470
Analis melihat pergerakan pasar saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen global dan fluktuasi harga komoditas. Sektor energi dan tambang masih menjadi perhatian utama karena potensi volatilitas yang tinggi.
Meski ada peluang rebound, investor disarankan tetap berhati-hati dan disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, mengingat kondisi pasar yang masih belum sepenuhnya stabil.
(*Peserta Magang Kemnaker Batch 1