Dari Gang Sempit, BRI Antar Njik-Njik Tembus Pasar Oleh-Oleh

Senin 11-05-2026,19:00 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Ari Suryanto

BACA JUGA:Pertamina Training and Consulting Bukukan Laba Rp152,9 Miliar, Kinerja Bisnis Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika

Dalam operasional sehari-hari, Rumah BUMN dijaga tiga orang petugas yang melayani penjualan produk UMKM.

“Penjualan terbesar memang produk keripik pisang Njik-Njik dari Bakauheni,” kata Alvin.

Dari sekitar 22 UMKM yang tergabung, produk makanan ringan seperti keripik dan kopi menjadi yang paling diminati pembeli.

Sistem penjualan di Rumah BUMN dilakukan secara konsinyasi atau titip jual untuk seluruh pelaku UMKM yang bergabung.

BACA JUGA:Belum Tertangkap, Kapolda Lampung Pastikan Pelaku Penembakan Brigadir Arya Terus Diburu

Pada momen ramai seperti arus mudik dan libur panjang, omzet seluruh produk UMKM bisa mencapai Rp3 juta per hari.

Khusus produk Keripik Pisang Njik-Njik, penjualan saat ramai pengunjung dapat menyentuh Rp1 juta per hari.

Rumah BUMN Bakauheni buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Keberadaan Rumah BUMN dinilai menjadi penghubung penting bagi UMKM lokal untuk memperluas akses pasar dan jaringan usaha.

BACA JUGA:Pasca Pengrusakan Ponpes Nurul Jadid, Polisi dan Tokoh Masyarakat Gelar Mitigasi Keamanan

Selain menyediakan tempat promosi, Rumah BUMN juga membuka akses pelatihan dan pemasaran agar UMKM mampu bersaing lebih luas. 

Kategori :