Dari Teras Rumah, Rika Menjahit Harapan Lewat KUR BRI

Rabu 17-06-2026,17:22 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Melida Rohlita

Berawal dari satu mesin jahit di teras rumah, Rika mengembangkan usaha Rika Busana berkat pembiayaan KUR BRI. Tambahan modal itu membuat usahanya terus berkembang dan menjadi tumpuan ekonomi keluarganya.

Laporan : Prima Imansyah Permana/Pesawaran 

Jarum mesin jahit itu tak berhenti menari. Sesekali Rika mengangkat kain, merapikan lipatan, lalu kembali menginjak pedal. Di ruang berukuran sekitar 3 x 6 meter yang menyatu dengan teras rumahnya di Perumahan Kampung Siger, Bernung, Gedong Tataan, Pesawaran, perempuan itu mengubah potongan-potongan kain menjadi sumber nafkah keluarganya.

Suara mesin jahit berpadu dengan dengungan mesin obras memecah keheningan siang. Di sudut ruangan, gulungan benang berbagai warna tersusun di rak sederhana. Resleting, kancing, meteran, hingga gunting kain tertata rapi di atas meja kerja. Sebuah manekin berdiri mengenakan gaun yang belum lama selesai dijahit. Beberapa hanger berisi pakaian pesanan pelanggan menggantung menunggu waktu untuk diambil pemiliknya.

Dari luar, rumah bercat putih dengan papan nama biru bertuliskan Rika Busana tampak seperti rumah tinggal pada umumnya. Namun begitu memasuki teras, suasananya berubah menjadi bengkel kecil tempat kreativitas dan ketekunan berpadu setiap hari.

Rika bekerja hampir tanpa henti. Jemarinya cekatan mengarahkan kain mengikuti garis pola. Sesekali ia memiringkan kepala untuk memastikan setiap jahitan tetap lurus. Saat menemukan sehelai benang yang menjuntai, ia langsung mengguntingnya sebelum kembali menginjak pedal. Ketelitian menjadi kebiasaan yang tak pernah ia tinggalkan.

Di sela pekerjaannya, seorang pelanggan datang membawa secarik nota kecil. Perempuan itu tersenyum ketika menerima kebaya yang telah selesai dijahit. Setelah memeriksa hasilnya sejenak, ia mengangguk puas sebelum berpamitan. Tak lama berselang, pelanggan lain datang membawa celana yang ingin diperkecil ukurannya. Aktivitas seperti itu hampir setiap hari mewarnai teras rumah Rika.

Di dalam rumah, sesekali terdengar suara kedua anaknya bermain. Ketika pekerjaan sedikit lengang, Rika menyempatkan diri menengok mereka, lalu kembali duduk di depan mesin jahit. Baginya, usaha rumahan ini bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga cara agar tetap bisa mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya.

Usaha Rika Busana berdiri sejak sekitar 2016. Sebelum menetap di Pesawaran, Rika membuka jasa jahit di kawasan Jalan Hasanuddin, Bandar Lampung.

Kemampuan menjahit diperolehnya sejak duduk di bangku SMK Negeri 3 Bandar Lampung jurusan Tata Busana. Bahkan sebelum menerima ijazah kelulusan, ia sudah bekerja sebagai penjahit di sebuah konveksi. Pengalaman itu menjadi bekal ketika akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri.

Namun, jalan yang dilalui tidak mudah. Saat pertama merintis usaha, modal yang dimiliki sangat terbatas. Ia hanya mempunyai satu mesin jahit yang dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Peralatan lain dibeli sedikit demi sedikit sesuai kemampuan. Keterbatasan alat membuat kapasitas produksi ikut terbatas. Dalam sebulan, pesanan pembuatan pakaian baru rata-rata hanya sekitar 10 potong.

Tak jarang, Rika harus mengatur jadwal pengerjaan agar semua pesanan selesai tepat waktu. Dengan hanya satu mesin jahit, ia kerap bekerja hingga malam ketika pesanan sedang banyak. Beberapa kali ia terpaksa menolak pesanan karena khawatir tidak mampu menyelesaikannya sesuai tenggat yang diminta pelanggan.

Perubahan mulai dirasakan ketika pada 2024 ia mengenal program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Informasi tersebut ia dapatkan dari sesama pelaku usaha yang menceritakan kemudahan memperoleh tambahan modal melalui program tersebut.

Rika kemudian mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp15 juta di BRI Unit Gedong Tataan dengan tenor empat tahun. Menurutnya, bunga pinjaman yang rendah serta proses pencairan yang cepat menjadi alasan utama memilih KUR BRI.

Tambahan modal itu langsung diputar untuk mengembangkan usaha.

Kategori :