Dari Teras Rumah, Rika Menjahit Harapan Lewat KUR BRI

Rabu 17-06-2026,17:22 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Melida Rohlita

"Saya bisa membeli mesin tambahan, menambah stok benang, resleting, kancing, dan perlengkapan jahit lainnya. Jadi sekarang peralatan jauh lebih lengkap. Alhamdulillah omzet juga meningkat," katanya.

Kini hampir semua kebutuhan menjahit bisa dikerjakan Rika. Mulai dari kebaya, dress, gaun, pakaian pria dan wanita, seragam dinas, hingga berbagai layanan permak seperti mengganti resleting, memasang kancing, atau mengecilkan pakaian. Hampir setiap hari selalu ada pelanggan yang datang membawa pakaian dengan kebutuhan berbeda-beda. Sementara pesanan pembuatan pakaian baru kini mencapai sekitar 10 hingga 15 potong setiap bulan.

Menariknya, pelanggan Rika Busana tidak lagi hanya berasal dari warga sekitar Perumahan Kampung Siger. Banyak pelanggan datang dari luar wilayah Gedong Tataan karena rekomendasi pelanggan sebelumnya.

"Saya memang tidak pernah promosi khusus. Kebanyakan pelanggan baru tahu dari teman atau dari cerita orang lain," ujarnya.

"Kalau pelanggan puas, biasanya mereka mengajak saudara atau temannya menjahit di sini. Dari situ pelanggan terus bertambah," katanya sambil tersenyum.

Kepercayaan itu dibangun lewat hasil jahitan yang rapi dan waktu pengerjaan yang relatif cepat. Untuk tarif, Rika mematok harga mulai Rp100 ribu hingga Rp400 ribu, bergantung pada model dan tingkat kesulitan pakaian.

Baginya, tambahan modal KUR bukan sekadar menghadirkan mesin jahit baru atau rak perlengkapan yang semakin penuh. Usaha yang berkembang membuat kebutuhan keluarganya lebih terjamin.

"Sangat membantu untuk kebutuhan dapur sehari-hari, biaya sekolah, sampai uang jajan anak-anak," katanya.

Kisah Rika menjadi satu dari puluhan ribu pelaku UMKM di Lampung yang merasakan manfaat pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Program tersebut terus menjadi salah satu motor penguatan usaha mikro di berbagai sektor.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional 05 Bandar Lampung mencatat realisasi penyaluran KUR hingga April 2026 mencapai Rp3,57 triliun kepada 66.057 debitur di wilayah Lampung dan Bengkulu. Penyaluran terbesar berasal dari sektor produktif, khususnya pertanian, sebagai bagian dari upaya memperkuat UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan menciptakan lapangan kerja.

Regional Micro Banking Head BRI Bandar Lampung, Rahmad Budi Sulistia, mengatakan penyaluran KUR tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga disertai pendampingan, pelatihan, dan digitalisasi usaha agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sore mulai turun di Perumahan Kampung Siger. Satu per satu pelanggan kembali berdatangan mengambil pakaian pesanannya. Dari dalam rumah terdengar tawa kedua anaknya yang sedang bermain, sementara Rika kembali duduk di depan mesin jahit yang kini tak lagi bekerja sendirian.

"Dulu saya hanya punya satu mesin jahit. Sekarang peralatan sudah lebih lengkap. Harapan saya nanti bisa punya karyawan sendiri supaya usaha ini semakin berkembang," ujarnya.

Jarum mesin kembali menari mengikuti alur kain yang perlahan membentuk sehelai pakaian. Di ruang sederhana yang menyatu dengan teras rumah itu, setiap jahitan bukan hanya merangkai benang demi benang, melainkan juga menjahit harapan baru bagi masa depan keluarganya.(*)

Kategori :