Selisih Harga BBM Melebar, Konsumsi Biosolar di Lampung Melonjak

Kamis 18-06-2026,15:26 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Melida Rohlita

RADARLAMPUNG.CO.ID – Konsumsi Biosolar di Provinsi Lampung mengalami lonjakan dalam dua bulan terakhir. Rata-rata penyaluran BBM subsidi tersebut kini mencapai 2.400 kiloliter (KL) per hari atau sekitar 16 persen di atas kuota harian yang ditetapkan pemerintah sebesar 2.150 KL. 

Peningkatan itu diduga dipicu semakin lebarnya selisih harga antara Biosolar subsidi dengan BBM nonsubsidi, sehingga sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi.

Untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung bersama Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU, di antaranya SPBU 24.352-38 Jalan Jenderal Sudirman dan SPBU 24.352-39, Kamis 18 Juni 2026.

Kepala Dinas ESDM Lampung, Budhi Darmawan, mengatakan peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Lampung yang memberikan perhatian serius terhadap munculnya antrean Biosolar di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA:BGN Hentikan MBG Selama Libur Sekolah, Balita Ikut Tak Terima Makanan Bergizi

Karena itu, Pemprov Lampung turun langsung bersama Pertamina Patra Niaga untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stok BBM subsidi tetap tersedia bagi masyarakat.

"Atas arahan Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian serius terhadap situasi ini," ujar Budhi, Kamis 18 Juni 2026.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang karena stok Biosolar di Lampung dipastikan aman. Budhi juga meminta masyarakat menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai peruntukannya mengingat kuota yang disediakan pemerintah bersifat terbatas.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Lampung II Fuel Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, menjelaskan peningkatan konsumsi Biosolar terjadi sejak Mei hingga Juni 2026. 

BACA JUGA:Persebaya Genap 99 Tahun, Bonek Dapat Kado Istimewa Jelang Perayaan Satu Abad Green Force

Rata-rata penyaluran harian mencapai sekitar 2.400 KL, lebih tinggi dibandingkan periode Januari-April yang berkisar 2.100 hingga 2.200 KL per hari.

Menurut Reiner, lonjakan konsumsi tidak terlepas dari semakin lebarnya disparitas harga antara Biosolar subsidi dengan Dex maupun Dexlite, sehingga terdapat kemungkinan sebagian pengguna BBM nonsubsidi beralih ke Biosolar.

"Kalau dibandingkan dengan kuota harian Provinsi Lampung yang sekitar 2.150 kiloliter, penyaluran saat ini sudah lebih tinggi sekitar 16 persen. Karena itu kami sudah mengantisipasi dengan menambah pasokan Biosolar sekitar 200 hingga 300 kiloliter per hari," ujarnya.

Reiner menegaskan, meski permintaan meningkat, stok Biosolar di Lampung tetap dalam kondisi aman. Menurutnya, kuota di setiap SPBU masih mencukupi dan penyaluran berjalan lancar sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Turun Rp20.000, Pembelian Kini Bisa Dilakukan Langsung dari Ponsel

Kategori :