RADARLAMPUNG.CO.ID– Universitas Lampung (Unila) resmi meluncurkan empat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK), di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat Unila, Senin 10 Agustus 2026.
Langkah ini menjadi tonggak strategis dalam mengatasi keterbatasan sekaligus ketimpangan distribusi dokter spesialis yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
Empat program spesialis yang resmi dibuka tersebut meliputi; Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Spesialis Bedah, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Penyelenggaraan PPDS ini dijalankan FK Unila bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) sebagai rumah sakit utama, serta didukung jejaring rumah sakit di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
BACA JUGA:Sembilan Nama Ini Dikabarkan Masuk Bursa Bakal Calon Rektor Unila 2027-2031
Dekan FK Unila, Dr. dr. Evi Kurniawaty mengatakan, hadirnya empat PPDS ini merupakan hasil kerja keras dan proses panjang sejak izin pembukaan program diterbitkan pada Januari 2026.
Dalam waktu yang tergolong singkat, FK Unila bergerak cepat merampungkan kurikulum, kesiapan SDM, sarana pendukung, koordinasi dengan institusi pembina, hingga proses seleksi peserta didik.
"Sejak SK terbit, kami langsung bergerak menyiapkan kurikulum, SDM, kerja sama dengan fakultas pembina, rumah sakit utama, dan rumah sakit jejaring. Alhamdulillah, proses seleksi sampai penerimaan peserta didik dapat kami selesaikan dan hari ini empat program resmi kita meluncur," ujar Dr. Evi.
Evi menegaskan, PPDS ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata di daerah. Oleh karena itu, FK Unila mendorong pemerintah kabupaten/kota mengirimkan dokter umum terbaiknya untuk menempuh pendidikan dengan komitmen kembali membangun daerah asal.
BACA JUGA:Unila Jadi PTN-BLU Terbaik Nomor 1 di Sumatra Versi Webometrics Juli 2026
"Kami berharap dokter-dokter yang dikirim oleh kabupaten/kota nantinya kembali ke daerah masing-masing. Jadi setelah selesai pendidikan, mereka tidak hanya menjadi spesialis, tetapi memang kembali untuk mengisi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerahnya," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa capaian ini adalah bentuk tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat Lampung.
Ia menyebutkan, hadirnya PPDS ini melengkapi ekosistem pendidikan dan layanan kesehatan Unila yang sebelumnya telah meraih akreditasi Unggul serta akreditasi internasional pada 2025. Pengembangan ini juga diperkuat dengan pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila dan Integrated Research Center.
"Keberhasilan melahirkan program studi ini tentu bukan proses yang singkat. Hampir setiap hari tim bekerja menyiapkan sistem sampai simulasi agar PPDS berjalan sesuai harapan. Kami tekankan, adik-adik mahasiswa PPDS setelah selesai nanti harus kembali memperkuat pelayanan kesehatan di daerah masing-masing," kata Prof. Lusmeilia.