Selain pengawasan, intervensi pasar juga disiapkan dengan mengoptimalkan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik BULOG.
Opsi subsidi biaya angkut gabah dari petani menuju penggilingan turut dibahas. Pemprov juga mendorong penguatan peran BUMD dan BUMDes agar dalam kondisi tertentu dapat membeli gabah langsung dari petani.
Langkah tersebut diharapkan membuat gabah petani tetap terserap dan diolah di dalam daerah, sekaligus menjaga ketersediaan beras untuk masyarakat Lampung.
Padahal, dari sisi produksi, Lampung masih memiliki kapasitas besar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung mencatat produksi gabah kering panen (GKP) hingga September 2026 mencapai sekitar 2,85 juta ton dari luas panen sekitar 535 ribu hektare.
BACA JUGA:Ini Temuan Polisi di Kamar WNA Inggris yang Meninggal di Hotel Radisson Lampung
Dengan rendemen sekitar 53–54 persen, produksi tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1,9 juta ton beras.
Sementara itu, stok cadangan beras pemerintah jenis medium di Bulog Lampung per 1 September 2026 mencapai sekitar 232 ribu ton.
Gubernur Mirza mengatakan, persoalan harga bahan pokok menjadi salah satu keluhan utama masyarakat Lampung setelah persoalan infrastruktur jalan.
“Menindaklanjuti hasil paparan inflasi kemarin tentang bagaimana ke depan persiapan kita untuk menghadapi inflasi yang kalau tidak ditangani dari sekarang akan lumayan sangat memberikan tantangan,” ujarnya.
BACA JUGA:Ini Temuan Polisi di Kamar WNA Inggris yang Meninggal di Hotel Radisson Lampung
Pemprov pun tidak hanya mengandalkan intervensi ketika harga sudah naik. Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mendorong penguatan sistem peringatan dini atau early warning.
BPS bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memanfaatkan proyeksi perkembangan harga pada minggu ketiga setiap bulan. Dengan begitu, intervensi dapat dilakukan sebelum tekanan harga semakin besar pada akhir bulan.
Ahmadriswan menyebut Bandar Lampung menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi year-on-year berdasarkan perkembangan Agustus.
Karena itu, intervensi ke depan akan diarahkan secara lebih spesifik berdasarkan komoditas dan wilayah yang menjadi sumber tekanan harga.
BACA JUGA:Promo Happy Hour Alfamart 4–5 September 2026, Cokelat SilverQueen dan Delfi Take-it Turun Harga
“Jadi sekali lagi untuk melakukan intervensi itu tepat komoditi, tepat wilayah,” ujarnya.