RADARLAMPUNG.CO.ID – Produksi gabah Lampung tergolong besar. Namun, kondisi tersebut belum otomatis membuat harga beras di daerah tetap terkendali.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung justru mewaspadai adanya gabah hasil panen petani yang mengalir ke luar daerah. Kondisi itu dinilai berpotensi mengurangi pasokan gabah di Lampung dan ikut mendorong kenaikan harga beras.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Provinsi Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kamis 3 September 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengungkapkan, terdapat indikasi agen dari luar Lampung datang langsung ke petani untuk membeli gabah.
BACA JUGA:Peringatan Maulid di Teknokrat, Teladani Sifat Rasulullah Demi Wujudkan Generasi Emas 2045
Gabah tersebut kemudian dibawa keluar daerah untuk digiling dan diolah menjadi beras sebelum kembali dipasarkan dengan harga lebih tinggi.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga beras di Lampung telah terjadi sejak Juli lalu. Di sisi lain, Lampung tengah memasuki periode yang perlu diwaspadai karena berlalunya musim panen dan mulai masuknya musim kemarau.
Penguatan fenomena El Nino juga berpotensi memperpanjang musim kemarau dan mengganggu panen padi yang berlangsung mulai Agustus hingga mencapai puncaknya pada September.
Jika pasokan gabah keluar daerah tidak dikendalikan, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menekan ketersediaan bahan baku beras di Lampung.
BACA JUGA:Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Berikan Beragam Promo Spesial
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.
Menurutnya, harga komoditas pertanian di tingkat produsen saat ini cukup baik. Namun, harga yang harus dibayarkan masyarakat masih tinggi.
“Jadi inilah tugas kita pemerintah, sekali lagi, untuk menyeimbangkan agar ini bisa selaras, bisa baik, baik bagi petani, baik juga kepada masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Pemprov Lampung menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya memperketat pengawasan pergerakan gabah di pintu-pintu keluar Lampung, terutama jalur distribusi menuju Pulau Jawa.
BACA JUGA:Ini Temuan Polisi di Kamar WNA Inggris yang Meninggal di Hotel Radisson Lampung