Surplus Ternak Tak Sejalan Konsumsi, Pemprov Lampung Ambil Langkah Ini

Minggu 06-09-2026,15:25 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Anggi Rhaisa

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memperkuat sejumlah strategi untuk mengatasi rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat, meski daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi peternakan di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi protein hewani masyarakat Lampung, yang berasal dari daging, telur, dan susu, baru mencapai 15,62 gram per kapita per hari.

Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 17,42 gram per kapita per hari. Bahkan, Lampung tercatat berada di posisi terendah kelima secara nasional.

Kondisi serupa terlihat dari tingkat pengeluaran masyarakat untuk komoditas daging, telur, dan susu. Rata-rata pengeluaran hanya Rp65.184 per kapita per bulan, menjadi yang terendah kedua di Sumatera setelah Aceh.

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Gerak Cepat Turunkan Tenaga Kesehatan Salurkan Masker Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Padahal, dari sisi produksi, Lampung justru memiliki ketersediaan komoditas peternakan yang cukup besar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung Lili Mawarti mengatakan, berdasarkan Prognosis Supply-Demand 2026, Lampung mengalami surplus untuk sejumlah komoditas peternakan.

Daging sapi/kerbau tercatat surplus 1.213,8 ton dengan ketahanan stok 14 hari. Kemudian daging ayam ras surplus 22.996,1 ton dengan ketahanan 68 hari.

Sementara surplus telur ayam ras mencapai 46.863,7 ton dengan ketahanan cadangan hingga 138 hari.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Kios, KDKMP Disiapkan Jadi Benteng Ekonomi Desa Lawan Tengkulak

“Provinsi Lampung sebenarnya mengalami surplus yang sangat aman untuk komoditas pangan hewani. Namun, ada disparitas antara ketersediaan dan tingkat konsumsi masyarakat,” ujar Lili.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan rendahnya pendapatan masyarakat. Preferensi konsumsi, kebiasaan keluarga, hingga literasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi turut memengaruhi.

Karena itu, Pemprov Lampung melalui Disnakkeswan menyiapkan pendekatan dari dua sisi sekaligus, yakni memperkuat pasokan di tingkat masyarakat dan mendorong peningkatan permintaan.

Dari sisi pasokan, pemerintah menyalurkan bantuan ternak produktif, seperti unggas dan kambing perah, kepada masyarakat perdesaan.

BACA JUGA:Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Bandar Lampung Daring Hari Senin

Kategori :