Menjelajah Nusantara Tanpa Emisi Bersama Transisi Energi PLN

Rabu 28-10-2026,12:31 WIB
Reporter : Anggi Rhaisa
Editor : Alam Islam

Sementara untuk SPKLU berdaya Standard, pengisian memakan waktu ± 4 hingga 6 jam tergantung pada kapasitas baterai kendaraan.

Mengapa batas 80 persen menjadi acuan utama di jalan raya? 

Dalam mekanisme pengisian EV, sistem Battery Management System (BMS) yang tertanam di dalam kendaraan secara otomatis akan memperlambat laju pengisian begitu baterai menyentuh angka 80 persen. 

Penurunan laju secara presisi ini bertujuan untuk menjaga kesehatan sel baterai serta mencegah bahaya kenaikan suhu berlebih (overheating).

Bahkan, lompatan teknologi otomotif mutakhir kini telah melahirkan inovasi Flash Charging arsitektur tegangan tinggi yang sanggup mengisi baterai hingga mendekati kapasitas penuh hanya dalam durasi 9 menit. 

Sebuah pencapaian yang kian mendekatkan durasi charging dengan waktu pengisian BBM konvensional.

Kendali Digital dalam Genggaman: AntreEV dan PLN Mobile

Keandalan fisik SPKLU di lapangan ditopang sempurna oleh kemudahan ekosistem digital. 

Melalui superapps PLN Mobile, pengguna tak sekadar bisa melacak stasiun pengisian terdekat secara real-time, tetapi juga dapat menikmati kepastian antrean tanpa harus terlibat 'drama' berebut colokan di lokasi.

Lewat fitur AntreEV, PLN menegaskan prinsip fair play dengan cara datang lebih dulu ke area SPKLU tidak otomatis membuat pengendara mendapat giliran pengisian lebih awal jika belum terdaftar dalam sistem.

Mekanisme antrean digital ini dirancang sangat intuitif.

Dimana, ​Pengguna membuka aplikasi PLN Mobile dan memilih menu EV.

Lalu, ​Memeriksa ketersediaan dan memilih SPKLU yang dituju.

​Setibanya di lokasi, pengguna cukup melakukan pemindaian (scan) QR Code pada mesin SPKLU.

​Nomor antrean terkonfirmasi secara real-time lewat fitur AntreEV.

​Pengguna tinggal menunggu giliran untuk memulai proses charging.

Kategori :