Infrastruktur Jembatan Amburadul, Dewan Hearing dengan DBM

Infrastruktur Jembatan Amburadul, Dewan Hearing dengan DBM

radarlampung.co.id - Pembangunan infrastruktur yang amburadul, khususnya jembatan, menjadi sorotan DPRD Lampung Tengah. Komisi III DPRD Lampung Tengah menggelar hearing dengan Dinas Bina Marga (DBM), Jumat (11/1). Wakil Ketua II DPRD Lamteng Firdaus Ali menyesalkan beberapa pekerjaan infrastruktur yang dikerjakan baru satu bulan selesai sudah hancur. \"Hasil sidak kami di lapangan banyak kondisi infrastruktur yang baru selesai dibangun hancur. Ini diindikasi tak sesuai bestek. Ada yang masih masa pemeliharaan dan tidak. Jadi, kita ingin tahu kenapa pekerjaannya seperti asal jadi. Kita juga merencanakan memanggil ULP,\" katanya. Ketua Komisi III DPRD Lamteng Singa Ersa Awangga menyesalkan pengerjaan pembangunan infrastruktur yang kurang baik, khususnya jembatan. \"Kok bisa kondisi pembangunannya banyak yang hancur. Ini diduga kurang pengawasan,\" katanya. Pengawasan yang kurang, kata Singa, pengerjaannya kurang maksimal. \"Tukang yang bekerja tidak diawasi dengan baik sehingga hasilnya tak maksimal. Seharusnya dikasih tahu dan diberi petunjuk. Ke depan kalau pekerjaan kurang baik dari kontraktor jangan diterima. Jangan dibayar jika kerjaannya tidak beres,\" tegasnya. Pembangunan jembatan di Kampung Putralempuyang, Kecamatan Waypengubuan, kata Singa, sudah cukup baik. \"Sudah cukup baik karena tebal dan fondasi ada. Hanya memang belum terselesaikan. Mudah-mudah segera diselesaikan. Hanya sedikit yang kita pertanyakan, kenapa di ujung badan jalannya mengecil. Jika ada kesalahan pengukurannya sesuaikan lagi. Dilebarkan lagi. Sesuai dengan badan jalan jembatan,\" nilainya. Untuk jembatan di penghubung antara Kampung Sidoharjo dan Negerijaya, Kecamatan Selagailingga, kata Singa, harus segera diperbaiki. \"Kita minta pembangunan jembatan yang di Kecamatan Selagailingga segera diperbaiki. Begitu juga jembatan yanga ada di Kampung Payungdadi, Kecamatan Pubian, ada kesalahan rigid-nya kurang volume. Harus ditambah volumenya. Kita harapkan sesuai bestek. Karena biasanya penambahan volume tidak sesuai dengan rigid yang sudah ada. Talud dan fondasinya diperbaiki. Dirapikan lagi,\" ungkapnya. Sedangkan Kepala Dinas Bina Marga Ismail menyatakan apa yang disampaikan dewan akan menjadi bahan evaluasi. \"Ini akan menjadi bahan evaluasi kami. Semua laporan yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti. Ini sudah mulai dikerjakan. Kontraktornya juga siap memperbaikinya. Pengawasan juga akan lebih baik lagi,\" katanya. Untuk jembatan di Kampung Putralempuyang, kata Ismail, merupakan pekerjaan fisik 2018. \"Pekerjaan fisik 2018 dan dilanjutkan pada 2019. Hasil pemeriksaan PPK sudah 75 persen. Kita juga minta dibuat fondasi yang kokoh supaya timbunan tanah tidak ambruk,\" ujarnya. Cuaca yang ekstrem sekarang ini, kata Ismail, juga rawan menggerus bangunan jembatan. \"Sekarang ini cuaca ekstrem sangat rawan menggerus bangunan ini. Bahkan aliran sungai juga kencang sekali. Selama enam bulan juga masih tanggung jawab rekanan. Rekanan juga siap memperbaiki. Intinya semua yang disampaikan dewan jadi bahan evaluasi kita ke depan untuk lebih baik lagi dalam pengawasan pengerjaan infrastruktur,\" ungkapnya. Diketahui bahwa jembatan penghubung antara Kampung Sidoharjo dan Negeri Jaya, Kecamatan Selagailingga dengan anggaran Rp1,5 miliar menjadi sorotan DPRD Lamteng. Pembangunan jembatan terkesan asal jadi. Baru selesai dibangun satu bulan, kondisinya memprihatinkan. Anggota Komisi III DPRD Lamteng M. Hakki sangat menyayangkan hasil pengerjaan proyek jembatan ini. \"Kita ingin jembatan yang dibangun sesuai dengan spe. Sayang kalau proyek sudah dibangun, namun tidak bertahan lama. Jembatan ini diharapkan bisa bertahan lama dan bisa dinikmati oleh masyarakat banyak,\" katanya. Dalam sidak di jembatan Kampung Putralempuyang yang menghubungkan dengan Kecamatan Seputihmataram telah dilaksanakan, DPRD Lamteng juga menemukan ketidakberesan dalam pembangunannya. Yakni ambrolnya talut penahan tanah di sayap jembatan sekitar 4 meter. Juga terlihat jelas penyempitan bahu jalan sekitar 2 meter. (sya/ang)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: