disway awards

Perambahan di TNBBS Diduga Pemicu Banjir Bandang Suoh dan Bandar Negeri Suoh

Perambahan di TNBBS Diduga Pemicu Banjir Bandang Suoh dan Bandar Negeri Suoh

Kondisi pemukiman pasca banjir di Suoh dan Bandar Negeri Suoh. FOTO DOKUMEN PENDIM 0422/LB--

Terpisah, dikonfirmasi luas hutan TNBBS yang rusak di wilayah suoh dan Bandar Negeri suoh, Humas Balai Besar TNBBS Derry Chandra Wijaya mengaku masih akan mengkonfirmasi ke pejabat teknis terkait.

BACA JUGA:Ribuan Rumah Terdampak Banjir, Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras dan Layanan Kesehatan untuk Korban

“Siapkan dulu apa-apa pertanyaan. Nanti kami teruskan ke pejabat terkait. Karena ini menyangkut teknis, Nanti apa tanggapan dari pihak terkait akan kami informasikan,” sebut Derry bb


Penanganan pasca banjir yang dilakukan tim gabungan. FOTO DOKUMEN PENDIM 0422/LB--

Pemerhati Lingkungan Soroti Penyebab Banjir Suoh

Banjir bandang yang terjadi di Suoh dan Bandar Negeri Suoh mendapat tanggapan beragam. 

Salah satunya dari pemerhati lingkungan yang menyoroti kerusakan hutan akibat perambahan sebagai faktor utama. 

BACA JUGA:Banjir di Bandar Lampung, Empat Kecamatan Terdampak, Jalan Menuju Pesawaran Terputus

Pemerhati lingkungan di Lampung Barat Anton Hilman menegaskan, banjir yang disebut karena curah hujan tinggi merupakan alasan yang tidak memadai. 

Hilman menyebut, banjir bandang di Bandar Negeri Suoh tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan di kawasan hulu.

Utamanya akibat pendangkalan sungai dan rusaknya fungsi hutan sebagai penahan air.

Di mana, pohon-pohon di hutan yang seharusnya menahan air, saat ini banyak yang hilang. 

BACA JUGA:Enam Pekon di Kecamatan Wonosobo Tanggamus Terdampak Banjir Bandang, Warga Terpaksa Mengungsi

"Sungai-sungai juga makin dangkal. Ini jelas mempercepat luapan air dan memperparah dampak banjir,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut mesti menjadi perhatian semua pihak. Bukan sekadar menerima bahwa penyebab bencana karena cuaca ekstrem.


Kawanan gajah liar berada di kawasan TNBBS yang kini sudah berubah menjadi perkebunan kopi. --

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait