Tim PkM DHR Jurusan Kimia FMIPA Unila Kembangkan Inovasi Eco-Green
Tim PkM DHR Jurusan Kimia FMIPA Unila bersama Crew ChemCafe Kembangkan Inovasi _Eco-Green_ untuk Pengolahan Sampah. //Sumber Foto.Tim PkM DHR Unila--
RADARLAMPUNG.CO.ID - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Diseminasi Hasil Riset (DHR) Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung terus menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.
Bentuk Kepedulian tersebut, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertemakan Prinsip Eco-Green dalam Pengolahan Sampah Secara Holistik dan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Universitas Lampung sebagai Green Campus.
BACA JUGA:Dari Grup WhatsApp ke Jalan Kampus, Jekpus Jadi Sahabat Mahasiswa Unila: Cepat, Hemat, dan Fleksibel
Program pengabdian ini merupakan bagian dari upaya nyata mewujudkan kampus hijau yang tidak hanya bersih, tetapi juga mengolah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis.
Pengabdian ini didanai oleh hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Diseminasi Hasil Riset (PkM DHR) tahun 2025 dengan Nomor Kontrak: 2109/UN26.21/PN/2025 tanggal 16 Juli 2025.
Tim PkM ini terdiri dari tiga dosen Kimia FMIPA Universitas Lampung, yaitu Prof. Dr. Dra. Ilim, M.S. (Ketua Tim), Prof. Wasinton Simanjuntak, Ph.D., Prof. Dr. Kamisah Delilawati Pandiangan, M.Si. serta dua orang mahasiswa yaitu Naghmah Syifa Bilqis dan Rizky Pradana Putra.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Dra. Ilim, M.S., menyampaikan, Penanggulangan sampah ini adalah melakukan pemilihan dan pengolahan sampah dimulai dari sumber asalnya sampah diproduksi.

Pemisahan dan pengolahan sampah menggunakan Teknologi Eco-Green.
Dalam kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa berkolaborasi dengan ChemCafe, suatu unit Kewirausahaan Jurusan Kimia FMIPA Unila sebagai mitra dalam menerapkan inovasi pengolahan sampah, sambung Prof Ilim.
"Inovasi pengolahan sampah ini menjadi produk bernilai guna diawali dengan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya", jelas Prof Ilim.
Lebih rinci, Prof Ilim, menyampaikan bahwa mekanisme pemisahan dan pengolahan sampah menggunakan teknologi eco-green meliputi;
sampah anorganik terutama plastik kotor diubah menjadi paving block plastik (Pablostik) lalu sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan ecoenzim.
BACA JUGA:Dukung Program Sekolah Garuda, Unila Dorong Generasi Sains-Teknologi Berdaya Saing Global
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
