disway awards

Mahasiswa Unila Ciptakan Inovasi SKYFLUX, Drone Cerdas Pengukur Karbon dan Kualitas Udara

Mahasiswa Unila Ciptakan Inovasi SKYFLUX, Drone Cerdas Pengukur Karbon dan Kualitas Udara

Mahasiswa Unila Saat Mengikuti Kompetisi Inovasi Drone Nasional Indonesia (KIDN) 2025. Foto Tim URO Unila For Radar Lampung--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Gadjah-URO dari Group Riset Robotika dan Otomasi (URO), Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) berhasil menciptakan inovasi terbaru di bidang lingkungan dan teknologi, yakni SKYFLUX.

Inovasi Skyflux, adalah drone cerdas yang mampu mengukur fluks karbon dan kualitas udara secara real-time dengan standar ilmiah.

Inovasi ini lahir untuk menjawab keterbatasan sistem pemantauan karbon konvensional yang selama ini mahal, statis, dan jangkauannya terbatas.

Dengan SKYFLUX, data karbon dan polutan udara kini bisa dipantau lebih fleksibel dan cepat.

BACA JUGA:Diperintahkan Presiden, Unila Kirim 12 Tenaga Medis ke Lokasi Bencana Sumatera

“SKYFLUX kami rancang sebagai laboratorium atmosfer terbang yang mampu menjangkau area luas dan menghasilkan data fluks karbon secara langsung,” ujar Dimas Husen, perwakilan mahasiswa pengembang drone ini.

Teknologi Canggih di Balik SKYFLUX

Menurut Joko Sulistiyo, salah satu pengembang, SKYFLUX menggunakan platform hexacopter dengan sistem Aerial Measurement Eddy Covariance System (AMECS). Sistem ini memungkinkan pengukuran CO₂, CH₄, parameter iklim mikro, dan polutan udara secara simultan hingga ketinggian lebih dari 100 meter.

Data yang terkumpul langsung diproses di udara menggunakan edge computing, sehingga operator di darat bisa mendapatkan informasi siap analisis secara real-time.

BACA JUGA:Fisip Unila Tekankan Profesionalitas Dalam Bekerja, Gelar Evaluasi dan Briefing Internal Tendik

Drone ini juga dilengkapi sistem telemetri jarak jauh 433 MHz dengan antena ber-gain tinggi, mampu mengirim data puluhan kilometer tanpa tergantung jaringan seluler, dan dapat dipantau melalui dashboard monitoring.

Tim Solid dan Prestasi Membanggakan

Tim pengembang terdiri dari delapan mahasiswa Teknik Elektro Unila: Dimas Husen, Joko Sulistiyo, Daniel D.P. Saragih, Romandika Pangindom, Mohammad Aryo Widandi, Muhammad Wahyu Wibisono, Rangga Dika Pratama, dan Andhika Arda Pratama, dibina oleh para dosen riset URO, termasuk Dr. Ing. Ardian Ulvan, ketua tim.

Berkat inovasi ini, SKYFLUX berhasil meraih Juara Pertama Kategori Inovasi Drone Teknologi Terbaru pada Kompetisi Inovasi Drone Nasional Indonesia (KIDN) 2025.

BACA JUGA:Unila - LAMDIK Lakukan Monev Akreditasi Terhadap 20 Prodi FKIP Yang Telah Asesmen

Dr. Ing. Ardian Ulvan menegaskan, “SKYFLUX bukan sekadar proyek kompetisi instan. Ini hasil riset jangka panjang yang membuktikan kampus bisa lahirkan teknologi strategis berbasis kebutuhan nasional, khususnya data lingkungan yang presisi dan berdaulat.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait