Gubernur Mirza Tegaskan Kualitas Tenaga Pendidik Sebagai Langkah Strategis Untuk Perbaiki Mutu SDM Daerah
Pelaksanaan Uji Kompetensi (UKG) di SMAN 9 Bandar Lampung dan SMAN 5 Bandar Lampung yang ditinjau langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.--
RADARLAMPUNG.CO.ID – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik sebagai langkah strategis memperbaiki mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.
Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di SMAN 9 Bandar Lampung dan SMAN 5 Bandar Lampung pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Menurut Mirza, kualitas pendidikan tidak dapat dibangun tanpa memperkuat kompetensi guru. Ia menyebut guru sebagai “alat ungkit” dalam mencetak generasi unggul.
“Ini sesuai dengan komitmen Pemprov Lampung. Kami fokus meningkatkan kualitas SDM untuk menunjang Indonesia Emas. Kualitas ini dimulai dari SMA, dan kualitas anak ditentukan oleh kompetensi guru,” kata Mirza.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Sebut Program MBG Serap 24 Ribu Tenaga Kerja, Mayoritas dari Keluarga Miskin
Ia mengungkapkan bahwa UKG terakhir kali dilakukan pada 2015. Karena itu, pemerintah daerah merasa perlu melakukan pemetaan ulang untuk mendapatkan data yang akurat terkait kemampuan pendidik.
“Selama ini kita punya data tentang siswa seperti angka partisipasi kasar sudah kita miliki. Tapi di sisi guru belum ada peta yang jelas. UKG ini untuk mengukur itu dulu, baru kita tentukan treatment-nya,” ungkapnya.
Mirza menegaskan bahwa hasil UKG akan menjadi dasar intervensi bagi guru yang belum memenuhi standar. Pemerintah akan mengelompokkan dan membina tenaga pendidik yang perlu peningkatan kapasitas.
“Ada sekolah yang gurunya kurang kuat dalam mendidik. Mereka akan dikumpulkan dan ditingkatkan kualitasnya. Targetnya pemerataan kompetensi,” ucapnya.
BACA JUGA:Sidang Disiplin dr. Billy Rosan Rampung, Tinggal Tunggu Tanda Tangan Gubernur
Selain itu, Mirza juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan standar yang cukup tinggi dalam upaya memperkuat daya saing guru SMA, SMK, dan SLB.
“Kita akan dongkrak kualitas guru ke depan. Kalau kompetensinya meningkat, otomatis kualitas anak murid ikut naik,” tuturnya.
Di akhir tinjauan, Mirza mengibaratkan peran guru sebagai teladan yang menentukan perilaku peserta didik.
“Tentu ini seperti pepatah: guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
