Waspada! Tiga Wilayah di Lampung Masuk Zona Rawan Bencana Saat Musim Hujan
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari dan Kepala BPJN Lampung, Ali Duhari.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah wilayah di Provinsi Lampung masuk dalam kategori rawan bencana banjir dan longsor menjelang puncak musim penghujan.
Daerah yang paling sering terdampak antara lain Suoh di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pesisir Barat.
Wilayah-wilayah ini memiliki kondisi topografi yang dikelilingi perbukitan, sehingga rawan terjadi banjir dan tanah longsor.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, mengatakan bahwa kondisi geografis Lampung yang dikelilingi perbukitan membuat sejumlah daerah memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.
“Selama ini yang paling sering terjadi itu di Suoh, Lampung Barat, dan Tanggamus. Daerah-daerah ini kerap mengalami banjir dan longsor karena secara topografi dikelilingi perbukitan, sehingga air hujan cepat meluap,” ujar Elroy usai Apel Siaga Bencana yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air BBWS Mesuji Sekampung, Selasa, 4 November 2025.
Menurutnya, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Untuk itu, BBWS Mesuji Sekampung bersama instansi lain seperti Bina Marga dan Cipta Karya telah menyiapkan peralatan mitigasi banjir di sejumlah titik rawan.
“Sesuai arahan Pak Menteri (PUPR), kami akan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Peralatan yang ada memang tidak bisa sepenuhnya mengatasi banjir, tapi diharapkan dapat mempercepat proses penanganan di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ali Duhari, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiagakan peralatan di beberapa titik rawan longsor, terutama di wilayah Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus.
“Kami sudah menempatkan alat berat di beberapa wilayah untuk penanganan darurat. Di Liwa sudah dilakukan penanganan permanen, sedangkan di lereng-lereng atas kami siapkan ekskavator agar jalan tetap bisa dilalui,” jelas Ali.
Selain menghadapi potensi bencana, BPJN juga menyiapkan langkah pengamanan jalur menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Material pendukung dan peralatan tambahan disiapkan untuk memastikan akses jalan tetap aman jika terjadi longsor atau banjir.
Langkah antisipatif yang dilakukan BBWS dan BPJN ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Lampung.
Dengan curah hujan yang diperkirakan meningkat signifikan pada awal tahun depan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk meminimalkan dampak di wilayah rawan seperti Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
