2 Jam Terpapar Polusi Udara Bisa Pengaruhi Kerusakan Otak

2 Jam Terpapar Polusi Udara Bisa Pengaruhi Kerusakan Otak

Kemacetan kerap kali terjadi di Jalan Kartini, Tanjungkarang pusat, Bandar Lampung, Jumat 19 Agustus 2022. Kondisi tersebut menyiaratkan petugas lalin lebih ekstra mengurai kemacetan di Jalan tersebut. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Polusi lalu lintas memiliki kaitan dengan masalah kesehatan. Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa menghirup asap knalpot, bahkan meski hanya beberapa jam bisa merusak fungsi kognitif otak.

Melansir laman Daily Mail, Jumat 10 Febrari 2023, para peneliti di Kanada menyebut kerusakan tersebut menyebabkan perubahan yang signifikan hanya dalam waktu 2 jam.

Polusi udara tak hanya mengikis kesehatan saraf, melainkan juga meningkatkan risiko kematian.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Kesehatan Lingkungan, para peneliti di University of British Columbia dan University of Victoria mengungkapkan bahwasanya para subjek, yang terdiri dari 25 orang berusia 19-49 tahun dipaparkan ke dua udara yang berbeda, udara bersih yang disaring dan udara yang terkontaminasi knalpot pada waktu yg berbeda selama 120 menit.

BACA JUGA:Satlantas Polres Way Kanan Berikan Penyuhan Tertib Lalu Lintas Kepada Pengguna Jalan

Selama waktu itu, subjek dalam penelitian mengendarai sepeda statis dengan usaha ringan selama sekitar 15 menit guna meningkatkan inhalasi.

Semua subjek menjalani pemindaian MRI sebelum serta sesudah paparan guna memantau aktivitas otak pada tahapan yang berbeda.

Hasilnya, peneliti mendapati bahwa dengan menghirup knalpot diesel bisa menurunkan konektivitas fungsional. Fungsi itu berpengaruh terhadap bagian otak yang mengatur interaksi juga komunikasi manusia.

Dr Chris Carlsten, seorang penulis studi senior menyebutkan, orang-orang mungkin ingin berpikir dua kali pada saat mereka terjebak kemacetan dengan jendela yang dibuka.

BACA JUGA:Verrell Bramasta Gabung PAN, Ini Kata Putri Zulkifli Hasan

"Penting untuk memastikan filter udara mobil Anda berfungsi dengan baik dan jika Anda sedang berjalan atau bersepeda di jalan yang sibuk, pertimbangkan untuk beralih ke rute yang tidak terlalu padat," ungkapnya.

Para peneliti secara khusus memusatkan perhatian pada perubahan jaringan mode default otak (DMN). Ini adalah satu set daerah di otak yang lebih aktif selama tugas pasif dibandingkan tugas yang menuntut perhatian eksternal yang terfokus.

Kerusakan pada DMN memengaruhi beberapa area otak termasuk korteks prefrontal medial, korteks cingulate posterior, lobus parietal inferior, korteks temporal lateral, juga formasi hippocampal.

Aktivitas di DMN melonjak ketika kita bangun dan tak terlibat dalam kegiatan tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: