Konjen RI Dorong Kerjasama Unila Dengan Universitas di New York

Konjen RI Dorong Kerjasama Unila Dengan Universitas di New York

FOTO HUMAS UNIVERSITAS LAMPUNG --

RADARLAMPUNG.CO.ID - Rektor Universitas Lampung Prof. Karomani, M.Si dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di New York. Ini dilakukan usai menghadiri konferensi EduData Summit 2022 di Markas Besar PBB belum lama ini.

Rombongan Unila tiba di gedung KJRI 5, East 68th Street, New York, Amerika Serikat dan disambut Konsulat Jenderal RI di New York Dr. Arifi Saiman, M.A.

Kepala UPT PKLI Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., melaporkan, dalam pertemuan sekaligus ramah tamah tersebut, keduanya membahas pengembangan kerja sama dengan berbagai universitas di wilayah kerja KJRI New York.

Rektor didampingi wakil rektor bidang akademik, wakil rektor PKTIK, dan kepala UPT PKLI juga menyampaikan, Unila saat ini sedang berupaya masuk pemeringkatan dunia setelah berhasil menempatkan diri di peringkat nasional dan akan terus memperbaiki peringkat tersebut.

“Dengan demikian, kerja sama internasional sangat strategis posisinya bagi Unila,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, tim Unila juga meminta dukungan KJRI agar memfasilitasi kerja sama dengan berbagai universitas di bawah wilayah kerja KJRI New York. Seperti University of Pennsylvania, Princeton University, DePaul University, dan lainnya.

Konjen memberi masukan untuk beasiswa LPDP tidak terpaku pada list universitas. Akan tetapi perlu lebih dalam melihat secara spesifik pada universitas lain di level departemen, prodi, maupun jurusan yang menaungi profesor, yang bereputasi keahlian khusus dan mendunia.

“Kita juga menginformasikan bahwa Unila mengundang visiting scholar bagi para profesor yang ada di universitas-universitas tersebut untuk bisa menjadi bagian kegiatan perkuliahan, kolaborasi riset, dan publikasi. Terutama kita mengenalkan budaya Lampung, program seni FKIP Unila, bahasa Indonesia penutur asing, serta program apa saja yang mungkin bisa diminati para mahasiswa Amerika,” ujar Dr. Ayi. (rls/mel/ais)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: