Bunda Eva 2 - Iklan Prima

Usai Numpang Ngopi, Warga Lampung Barat Ditemukan Tergantung

Usai Numpang Ngopi, Warga Lampung Barat Ditemukan Tergantung

Evakuasi jenazah Catur Utomo (40), yang ditemukan tergantung, di kebun garapannya, Selasa 26 Juli 2022. FOTO DOKUMEN POLSEK BALIK BUKIT --

LAMPUNG BARAT, RADARLAMPUNG.CO.ID - Catur Utomo (40), warga Pemangku 1, Kampung Baru, Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, ditemukan tewas tergantung, sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa 26 Juli 2022. 

Kapolsek Balik Bukit Iptu Arnis Daely menjelaskan, peristiwa itu terjadi di kebun garapan milik Catur di Pemangku Tanjung Kemala, Pekon Tanjung Raya, Sukau. 

Sebelum ditemukan tergantung, sekitar pukul 09.30 WIB, Catur sempat mampir di gubuk Nirha Jawan, tetangganya. Di sana, ia minum kopi dan menawarkan sisa obat untuk menyemprot rumput.

"Usai berbincang-bincang dan minum kopi, korban pamit kembali ke kebun,” kata Iptu Arnis Daely mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyanto.

BACA JUGA: Korban Kecelakaan di Tol Jalur B Natar Merupakan Warga Way Kanan, Tetangga Korban Ungkap Tujuan Perjalanan

”Sekitar pukul 13.00 WIB, tetangganya menemui korban ke gubuk untuk mengambil obat semprot yang ditawarkan. Namun ia menemukan korban sudah meninggal dengan kondisi leher terikat tali di atas pohon," imbuh Iptu Arnis Daely.

Terkait kasus tersebut, Iptu Arnis Daely menyatakan pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan pemeriksaan secara medis maupun autopsi.

Pertimbangannya, keluarga mengaku telah ikhlas dan meminta korban untuk langsung dimakamkan.

"Jadi tidak ada pemeriksaan medis, karena pihak keluarga tidak bersedia dan mereka menyatakan sudah ikhlas atas musibah yang terjadi. Dari TKP, kami mengamankam barang bukti berupa satu buah tali tambang warna merah yang terikat di leher korban," sebut dia.

BACA JUGA: Baru 13,17 Persen Warga Tanggamus Dapat Booster

Sementara itu, Peratin Bandar Baru Nadirsyah mengatakan, jenazah korban langsung dimakamkan di TPU pekon setempat. 

"Jenazah langsung dimakamkan hari ini. Tadi petugas medis puskesmas dan polisi sudah dating. Namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan pemeriksaan, karena mereka sudah ikhlas dan membuat pernyataan untuk tidak bersedia dilakukan autopsi," kata Nadirsyah.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Sukau Sardi mengatakan, meski sudah membawa tim dokter, namun pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan medis karena tidak adanya izin dari pihak keluarga. 

“Ya tadi sudah ke lokasi. Tapi tidak ada pemeriksaan medis. Sebab pihak keluarga tidak mengizinkan, sehingga jenazah akan langsung dimakamkan," ujarnya. 

Sumber: