Buaya yang Teror Perairan Gudang Agen Belum Ditemukan, Begini Pesan Petugas

Buaya yang Teror Perairan Gudang Agen Belum Ditemukan, Begini Pesan Petugas

Personil gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung bersama BPBD kota Bandar Lampung saat menyisir aliran muara Way Belau Hingga Pulau Pasaran untuk mencari buaya liar, Rabu 10 Agustus 2022. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.ID - Pencarian Buaya di Muara perairan Gudang Agen hingga Pulau Pasaran, Telukbetung Selatan, BANDAR LAMPUNG, Rabu 10 Agustus 2022 belum membuahkan hasil.

Personil gabungan dari Balai Konservasi  Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung bersama BPBD kota Bandar Lampung sudah dikerahkan untuk mengevakuasi buaya muara yang meresahkan masyarakat setempat.

Kanit Polhut BKSDA Bengkulu Seksi Lampung, M. Husin mengatakan, sebanyak 20 orang petugas gabungan BKSDA dan BPBD kota yang dilengkapi dengan tongkat jerat, tali tambang dan jaring dikerahkan untuk mengevakuasi buaya.

Namun hingga saat ini, petugas belum berhasil mengevakuasi lantaran buaya belum nampak dipermukaan air.

BACA JUGA:Buaya yang Teror Perairan Gudang Agen Belum Ditemukan, Begini Pesan Petugas

"Setelah dievakuasi, nantinya buaya akan dikarantina di BKSDA Lampung dan selanjutnya akan dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya," kata Husin di Lokasi, Rabu 10 Agustus 2022.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat setempat agar tidak beraktivitas di sekitar perairan sampai buaya berhasil dievakuasi.

Diberitakan sebelumnya, Warga kampung Gudang Agen, Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung diresahkan dengan kemunculan buaya di Kali Way Belau, Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Kemunculan buaya yang berukuran tiga meter ini membuat warga khawatir untuk melakukan aktifitas di Kali Way Belau setempat. Kali ini menjadi tempat anak -anak mandi, nyuci baju dan mandi.

BACA JUGA:Disambar Buaya, Petambak Tulang Bawang Berhasil Melawan dan Lukai Mata Sang Predator

Menurut Ibu Unah (54) Warga Gudang Agen setempat keberadaan buaya tersebut dua hari lalu.

"Ya, adanya buaya jadi bikin resah, anak anak disini mana sering berenang di kali (Way Belau), namun saya sudah ingetin ke anak saya, untuk jangan berenang dulu," kata Unah.

Menurutnya, kalo aktifitas nelayan tetap jalan disini, namun untuk melakukan aktifitas di Kali Way Belau menjadi takut.

"Semenjak muncul kemaren sore di Kali (Way Belau), aktifitas di pinggir Kali jadi khawatir, takut digigit," sambung Unah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: