Wagub: Lampung Bisa Zero Stunting dan Kemiskinan, Ini Caranya

Wagub: Lampung Bisa Zero Stunting dan Kemiskinan, Ini Caranya

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memberi arahan pada rapat koordinasi TKPK di Aula Kagungan Sekretariat Pemkab Lampung Barat, Selasa 23 Agustus 2022. --

LAMPUNG BARAT, RADARLAMPUNG.CO.ID - Penurunan angka stunting tinggi sehingga prevalensi angka stunting Lampung masuk lima besar terendah di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat memberi arahan pada rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Aula Kagungan Sekretariat Pemkab Lampung Barat, Selasa 23 Agustus 2022. 

Chusnunia Chalim berharap angka stunting dapat mencapai zero. Salah satunya kuncinya, setiap kegiatan harus dilaksanakan secara gotong-royong atau bersama-sama agar dapat menurunkan angka. Termasuk angka kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional, ditargetkan dapat turun.

”Kunci utamanya, memiliki rencana kegiatan yang matang, dituangkan di dokumen. Mulai untuk rembuk stunting sampai tingkat pekon, membutuhkan perbup, ada tim sampai desa untuk penanganan stunting atau manajemen desa, publikasi penanganan stunting untuk mengajak penanganan stunting dan lakukan review akhir tahun," papar Chusnunia Chalim.

BACA JUGA: 101 Kasus DBD Muncul di Bandar Lampung Selama Agustus 2022

Menurut Nunik-sapaan akrab Chusnunia Chalim, penanganan kemiskinan harus dilaksanakan pendataan administrasi agar dilakukan percepatan sehingga data keluarga miskin tidak ada kendala.

Sementara, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan, penanganan kemiskinan memiliki indikator yang jelas.

Pada 2019, Lampung Barat keluar dari kabupaten tertinggal. Tetapi pandemi Covid-19 berimbas pada peningkatan angka kemiskinan. 

Kemudian, berbagai upaya penanganan stunting seperti arahan kepada seluruh kepala desa atau peratin agar dapat menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk penurunan kemiskinan dan angka stunting.

BACA JUGA: Gedung FH Digeledah KPK, Dekan Beri Keterangan Ini

Sebagian besar peratin telah melakukan hal tersebut dan sudah berkoordinasi dengan bidan desa serta perawat pekon.

Menurut Parosil, mungkin hanya Lampung Barat yang memiliki perawat pekon. Sebab tujuannya untuk mengontrol kesehatan yang ada di pekon tersebut.

Sehingga jika ditanya data kesehatan masyarakat desa, perangkat pekon atau peratin dapat mengetahuinya. 

Selanjutnya, dilakukan upaya pemberian sembako  kepada masyarakat desa, deklarasi atau launching pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: