Sebut Ada Upaya Pembusukan, Kader Demokrat Lampung Siap Lapor Balik Ketua Gerindra Metro

Sebut Ada Upaya Pembusukan, Kader Demokrat Lampung Siap Lapor Balik Ketua Gerindra Metro

Kepala BPOKK Daerah Partai Demokrat Lampung Midi Iswanto.--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.DISWAY.ID – DPD Partai Demokrat Lampung merespons laporan dan tudingan mantan kader Demokrat Sudarsono. 

Tudingan tentang dugaan penipuan dalam proses pelaksaanaan musyawarah cabang (muscab) serentak DPC Partai Demokrat beberapa waktu lalu. 

Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Daerah (BPOKK-Da) Partai Demokrat Lampung Midi Iswanto menjelaskan, apa yang dilakukan Sudarsono dinilainya merupakan upaya pembusukan Partai Demokrat di Lampung. 

“Apalagi dia sudah bukan lagi kader partai demokrat. Dia sudah menjadi kader partai lain, Ketua Gerindra Metro. Kalau dia berlaku seperti itu, kami menilai ini merupakan upaya pembusukan terhadap partai Demokrat,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Jumat malam 23 September 2022. 

BACA JUGA:Maling di Lampung Barat Bobol Kotak Amal Masjid

Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini mengatakan, seharusnya Sudarsono fokus saja terhadap aktivitas saat ini sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Metro.

“Kalau sudah di Gerindra ya silakan saja. Kalau dia terus seperti ini, tentu saya terusik. Kami terusik. Apalagi dia bukan kader lagi. Jika dia terus seperti ini dan tidak mencabut laporannya, saya pastikan kita akan lapor balik,” tandasnnya. 

Dia menjelaskan, apa yang ditudingkan oleh Sudarsono itu tidak mendasar. Di mana, jika mempersoalkan uang Rp 25 juta tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

“Itu ada SPj nya kok. Memang untuk keperluan Muscab. Saya pastikan, Sudarsono itu sudah masuk dalam tahapan rangkaian muscab. Dia sudah mendaftarm menyerahkan berkas, sampai dengan tahapan verifikasi administrasi dukungan, kemudian verifikasi faktual. Bukannya dia belum bertarung,” jelasnya. 

BACA JUGA:Merasa Ditipu dan Diminta Mahar Rp 25,5 Juta, Peserta Muscab Demokrat dari Kota Metro Lapor Polisi

Mengenai dukungan beralih, dia menjelaskan, pada saat itu persoalan clear dalam sidang.

“Ada pencabutan dukungan, ini lah yang dibawa sampai sidang. Dengan menghadirkan pendukung. Yang diverifikasi pendukung, bukan Sudarsononya. Nah, saat diverifikasi jelas, yang bersangkutan memilih peserta lain atas nama Bambang Iman Santoso,” jelasnya. 

Karenanya, dia mengaku Demokrat tidak takut terhadap laporan ini.

“Kalau dia terus terusan seperti ini kita lapor balik. Saya pastikan dia dengan pasal berlapis. Dengan mengeluarkan pernyataan bohong, fitnah, dan hoax. Sebab pada saat Muscab, Darsono juga sudah menandatangani pakta integritas agar patuh dalam aturan proses Muscab,” tandasnya.

Sumber: