Turut Sokong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Kinerja Emiten Diapresiasi Menko Airlangga

Turut Sokong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Kinerja Emiten Diapresiasi Menko Airlangga

FOTO DOK. RADAR LAMPUNG - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.--

BACA JUGA:Waspada! Ada Mainan Anak-anak Dengan Barcode ke Situs Judi Online

“Di jangka panjang, Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi salah satunya melalui UU Cipta Kerja yang diharapkan bisa mempercepat investasi dan juga meningkatkan output perekonomian dengan hilirisasi dan mendorong berlakunya prinsip-prinsip ekonomi hijau serta mempercepat digitalisasi,” ujar Menko Airlangga.

Selain itu, untuk mendorong pengembangan pasar modal dan pendalaman pasar keuangan, Pemerintah akan terus mendorong berbagai kebijakan fiskal dan non-fiskal yang bisa memberikan insentif bagi para emiten.

Pelayanan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) juga akan terus disosialisasikan untuk memperbaiki iklim usaha dan peningkatan investasi di Indonesia.

Pemerintah juga mengapresiasi Peraturan OJK terkait relaksasi ketentuan bagi emiten yang diperpanjang hingga Maret 2023 untuk menjaga kinerja dan stabilitas Pasar Modal akibat penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:Warek Unila Suharso Turut Dipanggil Penyidik KPK, Ditanya Soal PMB Mandiri

Implementasi berbagai strategi yang telah disiapkan Pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder termasuk AEI, merupakan pilar yang sangat penting untuk menjaga pemulihan ekonomi di tengah lingkungan global yang sangat fluktuatif.

“Tahun ini Indonesia memimpin G20 dan tahun depan memimpin ASEAN. Jadi, 2 panggung teater ekonomi ini diminta untuk dimanfaatkan oleh AEI yang merupakan tempat para juara emiten di pasar modal,” tutur Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga berharap emiten terus mendorong sustainable finance untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim serta pasar modal akan semakin kuat sebagai sumber pembiayaan untuk menopang perekonomian nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: