Miris, Sampah Plastik Menumpuk di Pinggir Jalan Teuku Umar

Miris, Sampah Plastik Menumpuk di Pinggir Jalan Teuku Umar

Tumpukan sampah di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandar Lampung yang tak kunjung diangkut, Selasa 4 September 2022. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.ID - Sampak menumpuk di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandar Lampung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, senin 4 September 2022 siang, sampah sampah tersebut menumpuk di salah satu sisi Jalan Teuku Umar tepatnya pas di Jalan Harapan 1 Kedaton, Bandar Lampung.

Sampah sampah tersebut ada yang dimasukan ke dalam karung berukuran besar bewarna putih hingga hitam, maupun plastik sampah bewarna hitam.

Namun sampah tersebut, diletakkan secara sembarangan dan berserakan. Alhasil sampah tersebut terlihat menyeruak keluar memakakan badan jalan.

BACA JUGA:Pertengahan Oktober 2022, Anggaran Pengendalian Inflasi Mulai Dapat Digunakan

Edy (45) Salah satu warga, mengatakan sampah tersebut sudah ada beberapa hari ini. Biasanya petugas pengangkut sampah sudah mengangkut sampah setiap pagi.

"Harusnya setiap pagi diangkut jadi gak sebanyak ini. Ini kan dari mana aja, ada yang lewat naik motor langsung ngelempar sampah kesini" ucapnya, saat melintasi tumpukan sampah tersebut.

Edy mengaku risih dengan bau dan tumpukan sampah tersebut. Namun warga juga tak bisa berbuat banyak lantaran tidak bisa mengangkut sendiri.

Selanjutnya, tumpukan sampah terlihat di pinggir Jalan sisi kiri Jalan Hanoman, tumpukan sampah menumpuk tak kunjung diangkut.

BACA JUGA:Pasca Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Ganjar Pranowo: Kita Belajar dari Apa yang Terjadi di Malang

Sementara tampak juga, di Trotoar Jalan Teuku Umar, Gunung Sari, Bandarlampung tampak tumpukan sampah plastik, kardus, kertas sisa makanan berserakan tak kunjung diangkut.

Senada dengan hal yang sama, warga lainnya Susi mengaku turut membuang sampah di trotoar jalan itu. Ia tak punya pilihan lain karena menurutnya tak mungkin ditumpuk di rumah.

"Rumah kami kan gang-gang sempit, sampah gak dibuang malah bau di sekitar rumah. Jadinya semua buang di sini," pungkasnya. (*)

Sumber: