WNI yang Tewas Diberondong Ratusan Peluru di Texas Segera Dipulangkan ke Indonesia

WNI yang Tewas Diberondong Ratusan Peluru di Texas Segera Dipulangkan ke Indonesia

Novita Kurnia Putri atau akrab disebut Vita Brazil umur 25 tahun korban termbakan salah sasaran di Texas.--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Novita Kurnia Putri atau Vita Brazil wanita berumur 25 tahun yang tewas tertembak di berondong peluru di kediamannya di San Antonio, Texas, Amerika Serikat akan segera dipulangkan ke Indonesia.

Konsulat Jenderal RI di Houston mengatakan, bahwa KJRI akan segera memfasilitasi kepulangan jenazah Novita dari Texas ke Indonesia.

Konjen RI Houston juga telah bertemu dengan suami Novita, Robert A Brazil untuk menyampaikan duka cita.

"Pihak KJRI Houston setelah mendapatkan laporan tersebut langsung menuju ke TKP dan telah bertemu dengan suami korban WN Amerika. Kami juga sudah bertemu dengan aparat keamanan untuk mendapatkan keterangan dari peristiwa tersebut," ujar keterangan yang disiarkan Koordinator Fungsi Pensosbud Konsulat Jenderal RI Houston, Mohamad Kamal.

KJRI Houston menerima permintaan repatriasi jenazah almarhumah dari pihak keluarga yang berada di Indonesia.

Selanjutnya, Konjen RI Houston menemui Sekretariat Negara Bagian Texas, John B. Scott, untuk meminta bantuan agar dapat mempercepat proses administrasi pemulangan jenazah.

Di antaranya, dengan menerbitkan sertifikat kematian oleh instansi terkait. 

KJRI Houston juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk memfasilitasi keinginan pihak keluarga almarhumah.

Diberondong Ratusan Peluru

Diberondong ratusan peluru, seorang wanita yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Texas, Amerika Serikat, tewas mengenaskan di kediamannya pada Selasa pekan lalu.

Diketahui WNI itu bernama Novita Kurnia Putri atau biasa disapa Vita Brazil berumur 25 tahun. Novita tewas usai diberondong peluru nyasar pada Selasa pekan lalu sekitar pukul 12.30 malam waktu setempat.

Novita tewas diberondong ratusan peluru dari senjata otomatis, sebelum kejadian saat itu dirinya sedang mengetik di laptopnya di kediamannya yang berada di West Bexar County, San Antonio, Texas.

Wanita asal Semarang ini tewas dengan rentetan tembakan peluru diduga mencapai 100 lebih. Dan mengenai wajahnya hingga meninggal dunia di tempat.

"Korban terkena tembakan beruntun dari luar rumah,’’ kata Sheriff Javier Salazar seperti dilansir dari KSAT.com.

Sumber: disway.id