BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Lampung 2023 Lebih Dari 5 Persen

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Lampung 2023 Lebih Dari 5 Persen

Radar Lampung Online - Disway National Network-radarlampung.co.id-

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pada Refleksi Akhir Tahun 2022 dan Outlook Perekonomian Provinsi Lampung 2023 Pemprov Lampung yang digelar di Aula Kantor Bank Indonesia (BI) pada Senin, 26 Desember 2022, Bank Indonesia KPw Lampung memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2023 mencapai lebih dari 5 persen.

Kepala BI KPw Lampung, Budiyono dalam presentasinya mengatakan pada 2022, kondisi perekonomian Lampung mengalami pertumbuhan 4,02 persen (hingga triwulan III).

"Selain itu, inflasi (yoy) 5,89 persen, IPM 70,05, tingkat kemiskinan 11,6," kata Budiyono.

Menurutnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi Lampung diharapkan bisa mencapai lebih dari 5 persen. Laju inflasi bisa 3 plus minus 1 persen, IPM lebih dari 72,5 dan tingkat kemiskinan diangka 7,5 sampai 8,5 persen.

BACA JUGA:Bang Aca Yakin Pertumbuhan Ekonomi Lampung 2023 Lebihi Angka Nasional

Namun dalam memasuki tahun 2023, ada sejumlah tantangan baik secara struktural dan eksternal. Secara struktural berupa Kinerja Lapangan Usaha Primer berupa Pertanian dan Pertambangan dalam tren menurun.

"IPM Lampung relatif rendah akibat rendahnya kualitas dan ekspektasi pendidikan SDM. Tingkat kemiskinan Lampung relatif tinggi, seiring menurunnya kesejahteraan petani," kata Budiyono.

Kemudian Investasi yang masih bergantung kepada proyek pemerintah dan Belum optmalnya Waste Management di Lampung, serta dampak penyesuaian subsidi pupuk.

"Untuk tantangan Eksternal berupa harga acuan komoditas ekspor utama Lampung dalam tren menurun seiring melambatnya global demand. Kemudian permintaan komoditas utama ekspor Lampung berisiko menurun," katanya.

BACA JUGA:Bikin Ngiler Ketagihan! Resep Ayam Rica-Rica Ala Bunda Corla

Selanjutnya Risiko bias atas untuk inflasi energi membayangi, berisiko tertransmisi ke komoditas pangan. Nilai Tukar mata uang negara berkembang yang lebih depresiatif. Dan ketidakpastian pasar keuangan yang berisiko mengganggu intermediasi perbankan.

Namun juga ada peluang upside potential. Berupa peningkatan blending biodiesel berpotensi meningkatkan produksi CPO. Peningkatan permintaan dari Tiongkok seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dan pelonggaran kebijakan zero covid policy, terutama untuk industri mamin dan padat energi (demand coal).

Ada juga peningkatan produktivitas tanaman pangan yang didukung oleh revitalisasi saluran irigasi. Permintaan investasi renewable energy & green economy dunia meningkat.

"Maka BI merekomendasikan beberapa hal. Pertama perluasan program Kampus Merdeka, PKL, dan KKN Universitas ke ranah UMKM untuk meningkatkan nilai tambah yang konkrit bagi UMKM dan mahasiswa sesuai Janji Kerja 19, 21, 23, 27. Eksplorasi potensi pengembangan ekonomi hijau di setiap Kabupaten/Kota, baik dalam bentuk perbaikan model bisnis UMKM, hilirisasi komoditas unggulan, maupun proyek investasi yang clear and clear sesuai Janji Kerja 11, 12, 13, 14, 22, 23," tambah Budiyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: