Serangan DBD di Tanggamus, Lampung Capai 88 Kasus, Terbanyak di Kecamatan Gisting

Serangan DBD di Tanggamus, Lampung Capai 88 Kasus, Terbanyak di Kecamatan Gisting

Sejak awal Januari tercatat 88 kasus DBD di Tanggamus, Lampung. ILUSTRASI/FOTO PIXABAY--

Di antaranya menginstruksikan kepada puskesmas saat rapat koordinasi serta membuat surat edaran untuk meningkatkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M plus.

Menguras, menutup dan mendaur ulang barang barang bekas yang dapat menampung air pada saat hujan yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penular demam berdarah.    

BACA JUGA: Rekomendasi Tablet Terbaru, Cek Perbandingan Redmi Pad Pro dan Lenovo Erazer M20, Mana yang Lebih Oke?

BACA JUGA: Bawa HyperOS, Cek Perbandingan Fitur Xiaomi Pad 7 Pro dan Redmi Pad Pro, Mana yang Lebih Unggul?

Untuk kegiatan ini, puskesmas dapat berkoordinasi dengan camat dan aparat pekon.

"Terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN), agar dapat berjalan rutin dan berkesinambungan serta terus menerus," papar Johan.    

Upaya lain adalah meningkatkan peran serta masyarakat dengan kegiatan Gerakan 1 Rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik) nyamuk. 

Dinas Kesehatan juga menyiapkan logistik penanggulangan DBD berupa Larvasida dan insektisida.

BACA JUGA: Barisan Polwan Cantik Dapat Jabatan Baru Dalam Mutasi Polri Jajaran Polda Lampung, Dua Dokter Jadi Kasi Dokkes

BACA JUGA: Mutasi Polri Jajaran Polda Lampung, Ada yang Promosi Jabatan, Dua Pama Kena Sanksi Demosi

"Ini digunakan untuk kegiatan abatisasi dan penyemprotan atau fogging di wilayah puskesmas," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: