Barang Branded Cuma Rp25 Ribu, Bisnis Thrifting Mampu Buka Peluang Untung Jutaan Rupiah
Aktivitas perbelanjaan thrifting di Jalan Kayu Manis, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat, 24 Oktober 2025. -Foto: M. Nabil Mamnun/MK-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Di tengah derasnya arus mode cepat dan belanja daring, bisnis pakaian bekas alias thrifting masih bertahan.
Bahkan, belakangan bisnis thrifting seolah menjelma menjadi gaya hidup di kalangan anak muda.
Untuk di Bandar Lampung, tren fesyen bekas alias thrifting di Way Halim terus berkembang dan menjadi gaya hidup baru bagi anak muda.
Tak sekadar soal harga murah, thrift kini jadi cara untuk tampil modis sekaligus berkontribusi pada ekonomi lokal.
BACA JUGA:Polinela Buka Program Studi Baru, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan
Pemilik toko thrift, D&Z Store BDL, Doni Ari Setiawan, mengaku bisnis thrift-nya berawal dari hobi belanja pakaian bekas saat masih kuliah.
Dari Hobi Jadi Usaha Menjanjikan
“Saya dulu sering cari baju thrift di Kayu Manis, tempatnya sudah ramai dari dulu, jadi sekalian buka usaha sendiri,” ujarnya kepada Radar Lampung, saat ditemui di toko miliknya, Jumat, 24 Oktober 2025, pukul 11.03 WIB.
Menurutnya, peluang bisnis thrift cukup menjanjikan karena sudah ada pasar dan pembeli setia di sekitar kawasan tersebut.
“Kalau di sini, orang sudah tahu tempatnya thrift, jadi enggak susah cari pembeli,” katanya.
Ia menuturkan, omzet penjualan per bulan bisa mencapai Rp5 juta, meski kini harus bersaing dengan banyaknya toko baru di sekitar area Jalan Kayu Manis.
“Sekarang agak turun, soalnya banyak toko baru buka juga di daerah sekitar sini,” ungkapnya.
Doni menjelaskan, satu bal baju yang ia beli berisi 200-250 potong bisa menjadi ladang rezeki sekaligus hiburan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
