APBD Lampung Barat 2026 Turun Rp150 Miliar, Belanja Modal Hanya Tersisa Rp35,3 Miliar
NOTA PENGANTAR; Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membacakan nota pengantar RAPBD 2026 di ruang sidang marghasana DPRD setempat Selasa 4 November 2025. Foto Nopriadi--
RADARLAMPUNG.CO.ID — Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan Nota Pengantar Keuangan atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di ruang sidang Marghasana DPRD Lampung Barat, Selasa, 4 November 2025.
Dalam pidatonya, Parosil menegaskan bahwa penyusunan RAPBD 2026 merupakan kelanjutan dari proses perencanaan daerah yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, serta sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Penyusunan RAPBD dilakukan melalui pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, dari bawah ke atas dan sebaliknya. Tujuannya agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat,” kata Parosil.
Ia menjelaskan, tema pembangunan nasional tahun 2026 adalah ‘Kedaulatan Pangan dan Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif’. Tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, tema pembangunan Provinsi Lampung ditetapkan ‘Penguatan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’.
Selaras dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menetapkan tema pembangunan daerah tahun 2026, yakni ‘Penguatan SDM, Infrastruktur, dan Ketahanan Pangan untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’.
Parosil menuturkan, ada tujuh prioritas pembangunan yang menjadi fokus tahun depan. Di antaranya penguatan sumber daya manusia yang unggul, tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas, peningkatan infrastruktur berkualitas, serta penguatan ketahanan pangan.
“Kami juga menargetkan penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Target makro pembangunan Lampung Barat tahun 2026 antara lain: laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,83 persen, gini rasio 0,260, indeks pembangunan manusia (IPM) 73,43 poin, angka kemiskinan antara 9,00–9,63 persen, serta tingkat pengangguran terbuka 1,75–2,05 persen.
Dari sisi pendapatan, Parosil menyebut RAPBD Lampung Barat tahun 2026 direncanakan sebesar Rp941,7 miliar. Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp94,6 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp842,5 miliar. Angka itu menurun dibandingkan target pada APBD murni 2025.
Sementara itu, belanja daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp954,2 miliar. Komposisinya terdiri atas belanja operasi Rp760,5 miliar, belanja modal Rp35,3 miliar, belanja tidak terduga Rp3,3 miliar, serta belanja transfer Rp155 miliar.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, total belanja mengalami penurunan sekitar Rp150,5 miliar,” tutur Parosil.
Untuk pembiayaan daerah, pemerintah daerah merencanakan penerimaan sebesar Rp30 miliar yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA), serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp17,4 miliar untuk penyertaan modal, sehingga terdapat pembiayaan netto Rp12,5 miliar guna menutupi defisit anggaran.
Parosil menutup pidatonya dengan mengajak seluruh pihak menjaga semangat kemitraan dalam pembahasan RAPBD.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
