disway awards

Kerusakan TNBBS Jadi Pemicu Banjir, 11 Ribu Hektare Kawasan Hutan Konservasi Jadi Kebun Kopi

Kerusakan TNBBS Jadi Pemicu Banjir,  11 Ribu Hektare Kawasan Hutan Konservasi Jadi Kebun Kopi

Kondisi terkini dampak banjir bandang di Suoh, Lampung Barat. Kerusakan TNBBS akibat perambahan menjadi salah satu pemicu bencana. --

RADARLAMPUNG.CO.ID - ‎Perambahan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung Barat semakin mengkhawatirkan.

Salah satunya kawasan TNBBS yang masuk wilayah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS). 

Bahkan saat ini belasan ribu hektare lahan berubah menjadi perkebunan kopi dan lahan pertanian.

Tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan. Perambahan dan alih fungsi hutan ini diduga menjadi penyebab banjir bandang di wilayah tersebut. 

BACA JUGA:Personel Polda Lampung Bantu Korban Banjir di Lambar, Salurkan Logistik Hingga Trauma Healing

Data yang diperoleh, 11.102 hektare kawasan konservasi sudah berubah fungsi menjadi lahan pertanian kering dan kebun kopi yang digarap sekitar 4.517 kepala keluarga (KK).

‎Kondisi ini berdampak langsung dengan menurunnya fungsi hutan yang menjadi daerah tangkapan air (catchment area) dan memperbesar risiko bencana hidrometeorologi.

Banjir bandang di Kecamatan Suoh, Rabu, 10 September 2025 menjadi salah satu dampak dari kerusakan  hutan di kawasan TNBBS.

Tidak hanya bencana hidrometeorologi dan mengancam keanekaragaman hayati. 

BACA JUGA:Perambahan di TNBBS Diduga Pemicu Banjir Bandang Suoh dan Bandar Negeri Suoh

Alih fungsi hutan di Suoh dan Bandar Negeri Suoh ini juga meningkatkan potensi konflik manusia dengan satwa. 

Di mana, gajah, harimau hingga beruang  keluar dari habitat alami dan mengancam manusia. 

‎Humas Balai Besar TNBBS Derry Chandra Wijaya menekankan, kondisi kerusakan hutan akibat perambahan di Suoh dan BNS mesti menjadi perhatian serius. 

Sebab TNBBS merupakan catchment area penting yang menopang kehidupan masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait