Siaga Kekeringan, BPBD Mesuji Siapkan Suply Air Bersih
Foto Ist.--
RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan 10 tangki air bersih yang akan digunakan untuk melayani wilayah terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila sejumlah daerah mengalami penurunan ketersediaan air selama musim kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Mesuji, Angga Pramudita, mengatakan pihaknya telah menyiapkan armada distribusi air bersih yang siap diterjunkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan di lapangan.
"Kami telah menyiapkan 10 tangki air dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter. Tangki-tangki ini siap digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau," kata Angga, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang terus dilakukan BPBD agar dampak musim kemarau dapat ditekan sejak dini. Tidak hanya kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian utama.
Karena itu, BPBD telah melakukan pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun rawan terjadi karhutla.
BACA JUGA:Penumpang KMP Batumandi Jatuh di Perairan Panjurit Lampung Selatan, Tim SAR Masih Lakukan Pencairan Selain itu, kesiapsiagaan personel juga terus ditingkatkan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi keadaan darurat.
"Mitigasi menjadi langkah penting agar kita tidak hanya fokus pada penanganan ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga mampu mencegah dan mengurangi risiko sejak awal," ujarnya.
Selain memperkuat kesiapan internal, BPBD Mesuji juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara hemat sebagai langkah mengantisipasi berkurangnya debit air di sejumlah sumber air bersih. Apabila menemukan titik api maupun kondisi darurat lainnya, warga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau BPBD agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Angga menegaskan BPBD Mesuji akan tetap siaga selama musim kemarau dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana.
"Dengan kesiapan yang telah dilakukan, kami berharap dampak musim kemarau dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi," pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


