RADARLAMPUNG.CO.ID - Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga beberapa hari lalu mengeluarkan abu vulkanik. Namun, banyak juga isu yang tidak benar mengenai tsunami akibat aktivitas itu. Atas dasar tersebut, BMKG Pusat memastikan perkembangan aktivitas GAK. Kepala BMKG Pusat, Dwi korita mengatakan, telah terjadi peningkatan level aktivitas GAK yang sebelumnya berada di level II (Waspada) kini menjadi Level III (Siaga). \"Dengan meningkatnya level ini, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi/tsunami terutama di malam hari, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh BMKG. Jadi, masyarakat jangan terpancing isu yang tidak bertanggungjawab. Pastikan informasi itu hanya bersumber dari BMKG maupun BPBD setempat,\" Ungkap Dwikorita, saat presiden rilis melalui zoom, senin (25/4) malam. Hal serupa juga dikatakan Kepala Badan Geologi, pusat vulkanologi kementerian ESDM RI, Eko Budi Lelono mengaku terus memantau aktivitas GAK. Sehingga, masyarakat dapat memantau aktifitas pada situs resmi di badan Geologi atau pos-pos pengamatan. \"Kalau mau mantau aktifitas Gunung berapi, silahkan cek situs resmi badan Geologi atau pos pengamatan,\" Ucapnya. Sementara, Ketua Ikatan ahli tsunami Indonesia, Gegar Prasetya mengatakan, kenaikan aktivitas GAK ini, patut diwaspadai. Sebab, secara historis, GAK sempat menimbulkan Tsunami yang menewaskan hingga puluhan orang. \"Baiknya status GAK ini, saya menyarankan masyarakat harus waspada,\" Tegasnya. Dr. Sumeidi Hudin perwakilan dari KKP/BRIN mengatakan, GAK yang sempat menimbulkan tsunami, pihaknya meminta agar masyarakat dapat mendeteksi dini tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas GAK di selat Sunda. \"Saya rasa perlu memasang alat sistem deteksi dini untuk memantau tsunami. Sebetulnya alat itu sudah terpasang pada tahun 2019 di pulau sebesi Lampung Selatan. Tapi alat itu terpasangnya cukup jauh dari sumbernya yakni komplek Gunung Api Krakatau. Mudah-mudahan kedepan alat itu dapat terpasang di dekat sumbernya,\" Bebernya. Kapusdatinkom BNPB Pusat, Abdul Muhari menjelaskan, aktivitas jalur selat Sunda, hingga beberapa hari kedepan akan padat, karena banyak masyarakat yang ingin melakukan mudik lebaran. Sehingga dirinya meminta kepada masyarakat untuk tidak termakan isu hoaks yang tidak jelas asal sumbernya. \"Kita harus tetap waspada. Jangan termakan hoaks. Karena padatnya hilir mudik lebaran ini, membuat banyak informasi yang tidak benar. (Gar/yud)
Marak Isu Hoaks Terkait GAK, Ini Kata Para Ahli
Selasa 26-04-2022,06:28 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 31-03-2026,05:52 WIB
Yamaha Aerox SP 2026 Resmi Meluncur, Harga Rp50 Jutaan dengan Fitur Turbo yang Bikin Skutik Sporty Naik Kelas
Selasa 31-03-2026,06:01 WIB
Kuliah Gratis di China! Beasiswa SUSTECH 2026 Tanggung Biaya Hingga Lulus
Selasa 31-03-2026,12:13 WIB
KAI Laporkan Oknum Aksi Nekat Blokir Rel Kereta Api Ke Polresta Bandar Lampung
Selasa 31-03-2026,05:54 WIB
Apple Uji Kamera 200 MP untuk iPhone, Upgrade Besar Tapi Diperkirakan Baru Hadir 2028
Selasa 31-03-2026,10:08 WIB
HUT ke-62 Provinsi Lampung, Wagub Jihan Nurlela Tegaskan Arah Lampung Maju dan Berdaulat Ekonomi
Terkini
Selasa 31-03-2026,16:19 WIB
Aksi Blokir Rel Kereta Api, Polresta Bandar Lampung Periksa 8 Orang
Selasa 31-03-2026,16:10 WIB
Pengurangan Pegawai Masih Tanda Tanya, BKPSDM Bandar Lampung Tunggu Arahan Terkait Efisiensi APBD
Selasa 31-03-2026,16:05 WIB
Jaga Pasokan Listrik Selalu Stabil, Polres Tulang Bawang Amankan Objek Vital di Daerah
Selasa 31-03-2026,15:59 WIB
Gerbong Mutasi Pemprov Lampung Bergerak, 20 Pejabat Dilantik
Selasa 31-03-2026,15:08 WIB