Radarlampung.co.id - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penanganan stunting. Itu terungkap dalam pertemuan lintas program atau lintas sektor dan lokus stunting dalam rangka desminasi dan publikasi data stunting tingkat Kabupaten Lampung Timur di Aula Islamic Centre Sukadana, Kamis (3/2). Acara tersebut dipimpin Bupati Lamtim M. Dawam Rahardjo. Dalam kesempatan tersebut Bupati Lamtim juga mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Yusbariah sebagai Duta Pencegahan Stunting. Kemudian, pendandatangan kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) tentang komitmen seluruh OPD dalam pencegahan stunting. M. Dawam Rahardjo menjelaskan, stunting merupakan permasalahan yang harus segera diatasi. Sebab, stunting dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan anak. Persoalan lain, angka stunting di Lamtim naik dari 15 di tahun 2021 menjadi 25 di tahun 2022. Karenanya, melalui MoU tersebut, seluruh OPD berkomitmen membantu OPD Dinas Kesehatan dalam penanganan stunting. Sehingga, diharapkan angka stunting cepat menurun. \"Syukur-syukur ke depan Lamtim bisa terbebas dari stunting,\" harap M. Dawam Rahardjo. Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur dr. Nanang Salman Saleh menjelaskan, berdasarkan grafik secara umum prevalensi stunting tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan dengan prevalensi stunting tahun 2020. Menurutnya, dari 24 kecamatan yang ada di Lamtim, Metro Kibang menduduki peringkat tiga tertinggi kasus stunting selama dua tahun berturut turut. Itu dengan prevalensi stunting 13,3 % di tahun 2020 menjadi 13,8% di tahun 2021. Sedangkan pada tahun 2020 kecamatan dengan kasus stunting tertinggi adalah Bumi Agung sebanyak 17% kasus stunting dari jumlah balita yang dilakukan pengukuran. Namun, pada tahun 2021 prevalensi stunting di Kecamatan Bumi Agung turun dengan signifikan menjadi 0,41%. Sementara, kecamatan dengan prevalensi stunting terendah pada tahun 2021 adalah Melinting dan Bandar Sribawono dengan balita stunting sebesar 0,2%. \"Secara umum terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan pada kasus balita stunting hampir disemua puskesmas,\" pungkasnya. (wid/sur)
Seluruh OPD Lamtim Siap Bantu Penanganan Stunting
Kamis 03-02-2022,12:36 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 04-06-2026,17:49 WIB
Kisah Haru Ibu Lulusan UBL yang Wakili Almarhum Putranya Terima Ijazah
Jumat 05-06-2026,06:25 WIB
Promo Double Date 6.6 Indomaret Hanya 3 Hari: Banjir Serba Gratis dan Hemat Hingga 50 Persen
Kamis 04-06-2026,19:26 WIB
Sempat Error Jelang Penutupan, Waktu Pendaftaran SPMB Jalur Prestasi SMA Unggul di Pringsewu Diperpanjang
Kamis 04-06-2026,19:16 WIB
Dari 5-8 Juni 2026, BMKG Maritim Lampung Prediksi Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan
Kamis 04-06-2026,19:35 WIB
Groundbreaking! Harian Disway Bangun Gedung Kantor Baru, Bakal Jadi Rumah Bersama Persebaya dan DBL
Terkini
Jumat 05-06-2026,16:00 WIB
Komplotan Pencuri Besi Baja Irigasi di Tulang Bawang Dibekuk Polisi
Jumat 05-06-2026,15:17 WIB
Lampung Gaet Investasi Kilang Energi, Groundbreaking Dibidik Awal 2027
Jumat 05-06-2026,14:57 WIB
Temuan Kasus TBC di Lampung Baru 20 Persen, Wagub Jihan Minta Daerah Gencarkan Skrining
Jumat 05-06-2026,13:37 WIB
Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal
Jumat 05-06-2026,13:28 WIB