Polinela Mendampingi Komunitas Petani Organik Berkemajuan di Lampung Tengah

Senin 08-08-2022,15:17 WIB
Reporter : Ruri Setia Untari
Editor : Dina Puspa

LAMPUNG TENGAH, RADARLAMPUNG.CO.ID - Politeknik Negeri (Polinela) mendampingi komunitas petani organik berkemajuan di Kecamatan Rengas, Kabupaten Lampung Tengah, untuk mengendalikan hama padi. Melalui pendekatan secara preemtif dan responsif. 

Dosen Program Studi Produksi Tanaman Pangan Polinela melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu 6 Agustus 2022. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan kepada komunitas petani organik berkemajuan di Kecamatan Rengas, Kabupaten Lampung Tengah.

Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan transfer teknologi kepada petani padi yang mengalami kesulitan dalam penanganan pengelolaan organisme pengganggu tanaman. Seperti hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan produksi padi.

Kecamatan Rengas, Kabupaten Lampung Tengah, memiliki komunitas petani padi organik berkemajuan yang diketuai oleh Firmanto Gunawan. Firmanto Gunawan menjelaskan, anggota kelompok taninya masih terbatas dalam menanggulangi serangan hama dan penyakit di lahan budidaya padi yang dilakukan secara organik.

BACA JUGA:Mau Hidup Sehat? Lakukan 6 Cara Ini, Nomor 5 Harus Kamu Hindari

Dari hasil diskusi dengan petani, diketahui pertanian organik yang telah mereka lakukan karena sadar bahwa penggunaan bahan kimia. Seperti pupuk dan pestisida kimia memberikan dampak yang negatif. Dari kesadaran beberapa orang, maka dibentuk komunitas petani organik berkemajuan.

Produksi padi sudah menghasilkan produk beras organik yang telah tersertifikasi. “Untuk meningkatkan produktivitas, maka serangan hama dan penyakit harus dikendalikan secara ramah lingkungan,” kata Firmanto.


FOTO DOK. POLINELA - Tim dosen Prodi PTP Polinela berfoto bersama dengan petani padi organik.--

Oleh karena itu, Polinela melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu PKM merasa memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan informasi dan transfer teknologi. Untuk memberikan solusi atas masalah dan kendala yang dihadapi petani padi di Kecamatan Rengas, Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan PKM yang diketuai oleh Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P. dan dosen-dosen prodi Produksi Tanaman Pangan yang memberikan informasi terkait pengelolaan hama dan penyakit yang dilakukan melalui pendekatan secara pre-emtif dan responsif.

BACA JUGA:Viral di Tiktok, Akun Yang Mengaku Sebagai Bharada E Hilang

Pengelolaan hama dan penyakit harus memikirkan aspek ekologi, sosial, ekonomi dan kesehatan terutama pada lahan organik. Pengendalian hama dan penyakit melalui pendekatan preemtif dan responsif merupakan salah satu teknologi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hama dan penyakit di lahan organik.

Pendekatan secara preemtif melalui praktek pengelolaan dan desain agroekosistem  yang meningkatkan spesies tanaman dan keragaman genetik dalam ruang dan waktu, dengan memperbaiki teknik budidaya.

Diantaranya dengan cara pemilihan varietas tahan hama dan penyakit, penggunaan bahan organik sebagai pemulihan kesehatan lahan, penentuan jarak tanam dan sistem jajar legowo, rotasi tanam, penanaman refugia di pematang sawah. 

“Penerapan pengelolaan hama dilakukan dengan manajemen pra budidaya sampai pascapanen dengan mengombinasikan beberapa teknik pengendalian yang saling sinergis seperti pestisida nabati dari tumbuhan yang ada disekitar tempat tinggal juga menjadi salah satu pengendalian dengan pendekatan responsif,” tutur Dr. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P.

Kategori :