2.Jenis kelamin
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan rheumatoid arthritis, lupus, atau sindrom Sjögren, sementara ankylosing spondylitis cenderung lebih sering terjadi pada pria.
BACA JUGA:Kenali Jenis-jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya, Ternyata Cukup Sederhana Guys
3.Infeksi
Percaya bahwa paparan terhadap infeksi dapat menjadi pemicu perkembangan penyakit rematik, seperti lupus dan skleroderma.
4.Kondisi kesehatan tertentu
Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal, hipertensi, hipertiroidisme, obesitas, diabetes, cedera, dan mengalami menopause dini, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit rematik.
BACA JUGA:7 Rekomendasi HP Dengan Kamera Terbaik Harga 2 Jutaan
5.Faktor lingkungan
Paparan terhadap asap rokok dan polusi udara juga diyakini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit rematik.
Cara Mengobati Rematik :
Pengobatan rematik bertujuan untuk mengontrol penyakit dan mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antiinflamasi non steroid
(OAINS) untuk mengurangi rasa sakit. Namun, pada kasus nyeri yang parah, dokter dapat meresepkan obat yang mengandung kortikosteroid.
BACA JUGA:5 Manfaat Tanaman Herbal Temulawak Untuk Kesehatan Wanita, Salah Satunya Bisa Atasi Nyeri Haid
Selain memberikan resep obat, dokter akan memberikan saran kepada pasien untuk melakukan hal-hal ini:
• Mengelola stres dengan baik