Sebagian besar pelapak yang masih hidup ini bisa dikatagorikan pelapak binaan pabrik.
BACA JUGA:Promo Alfamart Hari Ini, Ada Biscuit Favorit Untuk Teman Ngopi dan Minum Teh, Ini Produknya
BACA JUGA:Jangan Lewatkan Promo Home Care Alfamart Spesial Weekend, Cek Produknya
Bahkan bisa dikatakan lapak milik pabrik untuk mendapatkan singkong dengan harga yang sangat murah.
Soal keberadaan lapak binaan pabrik ini memang dirasakan petani singkong. Namun, petani sulit membuktikannya. Ibarat kentut. Ada bau tapi tidak terlihat.
Demikian juga bagi pabrikan. Apalagi pabrikan yang juga memiliki izin impor.
Mereka tetap tidak merugi. Selain mereka tetap mendapatkan singkong murah, mereka juga menikmati dari keuntungan impor.
BACA JUGA:Earfun Uboom X Speaker Bluetooth Powerful yang Siap Temani Harimu
BACA JUGA:Speaker Bluetooth Bose SoundLink Max, Desain Simpel Dengan Suara Gahar
Petani yang akhirnya menjadi korban anjloknya harga singkong di Lampung itu.
Perjuangan mereka untuk mendapatkan harga yang lebih sekadar tidak merugi saja, sudah lebih dari cukup.
Berteriak lantang di hadapan pejabat, demo bahkan bersurat ke Presiden Prabowo juga telah mereka lakukan.
Kini petani sudah pasrah. Bahkan bisa dikatakan telah putus asa.
BACA JUGA:Bose SoundLink Revolve+ II Speaker Bluetooth Tangguh yang Baterainya Tahan Sampai 17 Jam!
BACA JUGA:JBL Clip 4, Speaker Bluetooth Mini Dengan Performa Luar Biasa!
Kenapa tak demo lagi? “Untuk apa. Setiap demo kami harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp200 ribu. Untuk biaya transportasi dan makan-minum selama demo. Hasilnya singkong tetap saja murah begini,” ujar Pardi warga Lampung Utara.