RADARLAMPUNG.CO.ID — Saat menjalani puasa ramadan, banyak orang mengucapkan doa yang sama dari tahun ke tahun.
Sebagian hafal sejak kecil, sebagian menyalin dari poster masjid dan pesan berantai.
Karena sering disebut sebagai “doa Nabi”, redaksi doa berbuka yang populer itu menarik ditinjau kembali dari sisi rujukan riwayatnya agar pembaca memperoleh pegangan yang lebih tenang.
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليمBACA JUGA:Dalil Pahala Sunnah Setara Wajib di Bulan Ramadhan Dari Mana Asalnya, Ini Penjelasan Faktanya
Artinya: “Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila berbuka membaca doa: Ya Allah, untuk Engkau aku berpuasa, dan atas rezeki Engkau aku berbuka. Maka terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud 2358)
Riwayat ini dikenal dalam sebagian kitab, namun sebagian ulama menilai jalurnya lemah.
Ibnu Hajar Al Asqalani menyebut hadis ini gharib dan sanadnya sangat lemah.
Penilaian dhaif juga disebut oleh Asy Syaukani dan Al Albani dalam karya penilaian hadis.
BACA JUGA:Dalil Puasa Bikin Tidur Berpahala, Ini Fakta Status Riwayat dan Makna yang Sebenarnya
Dengan catatan ini, lafaz tersebut lebih tepat dipahami sebagai doa yang maknanya baik, sementara status penyandarannya sebagai hadis perlu kehati hatian.
Di masyarakat, lafaz di atas juga sering beredar dalam versi yang lebih panjang:
اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمينArtinya: “Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa, kepada Mu aku beriman, atas rezeki Mu aku berbuka. Dengan rahmat Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”
BACA JUGA:Dalil Puasa Sunnah Senin Kamis dan Manfaatnya Menjaga Ibadah Tetap Konsisten
Untuk versi ini, keterangan ulama menyebut tambahan “wabika aamantu” tidak memiliki asal riwayat yang dapat ditelusuri dalam kitab hadis.
Al Mulla Ali Al Qaari menegaskan bahwa doa yang tersebar dengan tambahan tersebut tidak memiliki dasar riwayat, meskipun maknanya benar.