Dalil Doa Buka Puasa Ini Ternyata Beda Statusnya, Mana yang Paling Kuat Sandarannya?

Rabu 21-01-2026,07:30 WIB
Reporter : M.Nabil Mamnun*
Editor : Anggi Rhaisa

Adapun doa berbuka puasa yang memiliki sandaran lebih kuat dan dinilai hasan oleh sejumlah ahli, adalah lafaz berikut:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

BACA JUGA:Dalil Keringanan Shalat Bagi Orang Sakit dan Musafir Agar Ibadah Tetap Terjaga

Artinya: “Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila berbuka membaca doa: Telah hilang rasa haus, urat urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.” (HR. Abu Daud 2357)

Riwayat ini juga disebutkan oleh Ad Daruquthni, dan dinilai hasan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Hidayatur Ruwah, serta dikuatkan oleh Al Albani dalam penilaian Shahih Sunan Abi Daud.

Oleh karena itu, lafaz ini kerap dijadikan pilihan utama bagi yang ingin mengikuti redaksi doa berbuka yang sandarannya lebih kokoh.

Kesimpulannya, tradisi berdoa saat berbuka puasa ramadan tetap merupakan amalan yang baik dan dianjurkan, serta tidak terbatas pada satu lafaz tertentu.

BACA JUGA:Kisah Nabi Idris AS: Teladan Integritas dan Keteguhan Hati Di Tengah Tekanan Hidup

Jika ingin memilih redaksi yang paling aman dari sisi penyandaran riwayat, doa “ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله” dapat dijadikan pegangan.

Sementara lafaz lain yang populer tetap dapat dipahami sebagai doa dengan makna baik, dengan catatan tidak harus dipastikan sebagai hadis Nabi.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Kategori :