Oleh
Asrian Hendi Caya
(Peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan/Pusiban Institute)
RADARLAMPUNG.CO.ID- Perekonomian Tanggamus berbasis sektor primer dan tersier (jasa).
Hal ini tercermin pada kontribusi sektor primer dan jasa yang dominan, yaitu masing-masing 42,12% dan 43,01% (2024).
Sektor primer bersifat natural, yang mengandalkan sumberdaya alam baik berupa pertanian maupun pertambangan.
Nilai tambah sektor ini cenderung rendah. Misalnya, petani kopi menjual hasil dalam bentuk kopi biji, petani padi menjual hasil dalam bentuk gabah dan seterusnya.
Sektor jasa yang berkembang bukan tingkat tinggi yang mengandalkan keahlian. Tapi jasa dengan keahlian rendah sehingga nilai tambahnya juga kecil.
BACA JUGA:Bupati Tanggamus Beri Tali Asih kepada Sevi Nurul Aini, Peraih Perunggu SEA Games Thailand 2025
Umumnya berupa sektor informal dan skala mikro dan kecil. Kondisi ini tercermin pada pendapatan (PDRB) per kapita yang sebesar Rp18,49 juta pada 2024 atau Rp1,54 juta per bulan.
Pada 2024 perekonomian Tanggamus tumbuh 4,01%. Sayangnya sektor primer justru tumbuh rendah, yaitu 1,14%. Sektor pertanian, sejak covid 19 mengalami kemunduran.
Bahkan PDRB sektor pertanian sampai 2024 masih dibawah capaian 2019 (sebelum covid 19).
Pertumbuhan ekonomi Tanggamus terbantu oleh pertumbuhan sektor tersier, yang tumbuh cukup tinggi, yaitu sebesar 6,68%. Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2025?
Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Tanggamus akan lebih baik. Diperkirakan Tanggamus akan tumbuh 4,5-5%. Sektor primer akan tumbuh lebih tinggi dari 2024, yaitu tumbuh sekitar 2,7-3,7%.