Indikator yang ada cenderung menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat Tanggamus relatif rendah dibanding daerah lain di Provinsi Lampung. Perkembangan ekonomi juga mencerminkan kondisi yang relatif lebih lambat.
ICOR (increamental capital output ratio) yang mencerminkan efisiensi investasi menunjukkan angka yang tidak efisien, yaitu sekitar 6 sehingga melemahkan daya saing menarik investor.
Hal ini merupakan tantangan bagi Kabupaten Tanggamus dalam membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat.
BACA JUGA:Duh ! Wanita Muda Di Tanggamus Lampung Nekat Buat Laporan Palsu Kasus Perampokan, Simak Alasannya,
Dibalik tantangan, peluang yang ada harus dioptimalkan. Saat ini tengah dibangun tenaga listrik geothermal di Gunung Tiga Ulu Belu menambah yang sudah berjalan sebelumnya. Sudah dicanangkan, jalan tol lintas barat melalui Tanggamus sepanjang pantai menuju Bengkulu.
Ekonomi hijau yang tengah digalakkan memberikan kesempatan Tanggamus melakukan carbon trade.
Ekonomi biru yang berbasis kelautan juga memberi peluang untuk mengoptimalkan sumberdaya kelautan (rumput laut, perikanan tangkap, mengrove dll).
Dan program nasional ketahanan pangan dan hilirisasi juga perlu disinergikan dengan kebijakan daerah sehingga mempercepat kemajuan Tanggamus.
BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan Nasional 2025, Polres Tanggamus Tanam Jagung Serentak Kuartal IV
Potensi sumberdaya perlu diinventarisir dalam rangka optimalisasinya bagi kemakmuran masyarakat dan kemajuan daerah.
Kegiatan pertanian ditingkatkan produktivitasnya dengan dukungan pengairan, pupuk, bibit, dan teknologi serta profitabilitasnya dengan fasilitasi aksesibilitas dan pembiayaan.
Pasarnya diperluas dengan mendorong hilirisasi bersamaan dengan peningkatan nilai tambah hasil-hasil pertanian.
UMKM baik berupa industri kecil dan kerajinan didorong tumbuh dengan akses pembiayaan, teknologi, dan peningkatan keterampilan (skill).
BACA JUGA:Polres Tanggamus Panen Jagung Kuartal III, Upaya Dukungan Program Ketahanan Pangan
Hal ini memperkuat ekonomi desa dan masyarakat yang mendorong pertumbuhan. Untuk itu, strategi ini harus disinergikan dengan mendorong hadirnya investasi. Investasi yang cenderung padat modal dan teknologi akan menarik pertumbuhan.