RADARLAMPUNG.CO.ID – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di sejumlah titik di Bandar Lampung. Bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan mulai menghiasi jalan hingga lingkungan permukiman.
Namun, meningkatnya kebutuhan atribut kemerdekaan ternyata belum sepenuhnya membuat pedagang bendera musiman kebanjiran pembeli. Mereka kini harus menghadapi persaingan dengan penjual yang menawarkan produk serupa melalui platform daring.
Kondisi itu dirasakan Ramdan, pedagang bendera asal Garut, Jawa Barat, yang setiap tahun datang ke Lampung untuk berjualan menjelang peringatan HUT RI.
Ramdan mengaku sudah berada di Bandar Lampung sejak 25 Juli 2026. Selama musim berjualan, ia tinggal sementara di kawasan Kemiling.
"Saya sudah datang dari jauh-jauh hari buat jualan di sini, dari tanggal 25 Juli kemarin. Dari Garut, tinggal sementara di Kemiling," kata Ramdan, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, berjualan bendera di Lampung bukan merupakan hal baru. Ia memang rutin datang setiap tahun ketika memasuki musim kemerdekaan. Setelah masa penjualan berakhir, ia kembali ke kampung halamannya di Garut.
Tahun ini, Ramdan membawa sekitar enam karung berisi bendera dan berbagai atribut Merah Putih untuk dijual. Namun, hingga Saat ini, stok dagangannya masih cukup banyak.
"Biasanya memang jualan bendera setiap tahun ke Lampung. Kalau musimnya sudah habis, kita balik lagi ke Garut," ujarnya.
Ia mengatakan penjualan tahun ini cenderung sepi. Salah satu penyebab yang dirasakannya adalah masyarakat kini semakin banyak memilih membeli bendera dan atribut kemerdekaan melalui toko online.
"Saya bawa tahun ini enam karung, belum habis, masih banyak. Sekarang sepi penjualannya karena banyak yang beli online," katanya.
Padahal, memasuki awal Agustus seharusnya menjadi waktu yang paling ramai bagi pedagang bendera musiman. Permintaan biasanya meningkat karena masyarakat mulai memasang atribut kemerdekaan untuk menyambut 17 Agustus.
BACA JUGA:Jasad Bayi Perempuan di Karung Beras Gegerkan Warga Pahoman Bandar Lampung, Polisi Selidiki Langsung
Ramdan menyebut, dalam kondisi sepi seperti sekarang, pembelian yang diterimanya hanya sekitar 20 potong bendera. Jumlah tersebut menurutnya masih jauh dari kondisi ketika penjualan sedang ramai.
"Sekarang karena sepi paling banyak itu 20 potong bendera. Harganya variasi. Kalau ramai di atas itu," ungkapnya.
Untuk harga, bendera yang dijual Ramdan cukup beragam. Bendera ukuran sedang dibanderol mulai Rp20 ribu. Sementara itu, atribut berupa umbul-umbul dijual sekitar Rp50 ribu, sedangkan jenis bendera berukuran panjang memiliki harga berbeda.