disway awards

Didominasi UMKM, Penggunaan QRIS di Lampung Tumbuh 27,8 Persen

Didominasi UMKM, Penggunaan QRIS di Lampung Tumbuh 27,8 Persen

Ilustrasi QRIS.-Pixabay-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Lampung menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Hingga Juni 2025, jumlah merchant QRIS—mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)—mencapai 695.962 unit. Angka ini tumbuh sekitar 27,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Data Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung mencatat lonjakan jumlah merchant terjadi konsisten sejak awal 2023 hingga pertengahan 2025. Pertumbuhan ini diikuti peningkatan volume dan nilai transaksi.

Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan jumlah transaksi QRIS di daerah ini mencapai 6,88 juta hingga Juni 2025.

BACA JUGA:Pemprov Lampung Targetkan Pembangunan SPPG Rampung 31 Desember, Usulkan Penambahan 49 Titik

Jumlah tersebut terus meningkat sejalan dengan tren transaksi QRIS di wilayah Sumatra.

Bimo menilai perkembangan ini menunjukkan masyarakat Lampung semakin akrab dengan pembayaran digital.

QRIS, menurut dia, tidak hanya memudahkan dan mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha—terutama UMKM—meningkatkan efisiensi dan transparansi pencatatan keuangan.

“BI akan terus memperluas jangkauan dan edukasi QRIS di Lampung untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif,” katanya.

BACA JUGA:Beredar Isu JPO Siger Milenial Retak, Wali Kota Bandar Lampung Cek Langsung Ke Lokasi

Perkembangan positif ini diproyeksikan berlanjut seiring masifnya sosialisasi dan edukasi manfaat QRIS kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kemudahan, keamanan, dan efisiensi menjadi daya tarik utama yang mendorong percepatan transaksi nontunai di Bumi Ruwa Jurai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait