disway awards

Inflasi Lampung Oktober 2025 Naik 0,23 Persen, Kenaikan Harga Emas dan Kebutuhan Rumah Tangga Jadi Pemicu

Inflasi Lampung Oktober 2025 Naik 0,23 Persen, Kenaikan Harga Emas dan Kebutuhan Rumah Tangga Jadi Pemicu

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa.---Tangkap layar ---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat inflasi bulanan sebesar 0,23 persen (month-to-month) pada Oktober 2025.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Oktober tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,20 persen.

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, mengatakan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi bulan ini.

“Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 2,05 persen dengan andil tertinggi terhadap inflasi umum, yakni 0,13 persen,” ujarnya dalam rilis resmi, Senin, 3 November 2025.

BACA JUGA:DPRD Dorong Pemprov Lampung Tegas Terapkan Sanksi Terberat di Pergub Hilirisasi Ubi Kayu

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi pada kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,25 persen, namun andil terbesar berasal dari kelompok Perlengkapan Rumah Tangga sebesar 0,01 persen.

Sabiel menambahkan, komoditas utama penyumbang inflasi bulanan antara lain emas perhiasan (0,14 persen), daging ayam ras (0,05 persen), telur ayam ras (0,05 persen), cabai merah (0,05 persen), dan susu cair kemasan (0,02 persen).

Adapun komoditas penahan laju inflasi meliputi bawang merah (-0,15 persen), tomat (-0,03 persen), cabai rawit (-0,03 persen), gula pasir (-0,02 persen), dan beras (-0,01 persen).

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Lampung pada Oktober 2025 tercatat 1,20 persen, lebih rendah dibandingkan Oktober 2024 yang mencapai 1,94 persen.

BACA JUGA:Pergub Tata Kelola dan Hilirisasi Ubi Kayu Terbit, Pemprov Lampung Dorong Nilai Tambah dan Lindungi Petani

“Artinya, harga barang dan jasa di Provinsi Lampung naik 1,20 persen dibandingkan Oktober tahun sebelumnya,” jelas Sabiel.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya tetap menjadi penyumbang inflasi tahunan tertinggi sebesar 6,96 persen, disusul Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 4,46 persen.

Sebaliknya, kelompok Pendidikan mengalami deflasi terdalam sebesar 17,98 persen dengan andil deflasi 1,21 persen.

Lima komoditas utama penyumbang inflasi tahunan yaitu emas perhiasan (0,45 persen), bawang merah (0,39 persen), cabai merah (0,37 persen), daging ayam ras (0,14 persen), dan beras (0,12 persen).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait