Bersiap Menghadapi Tatanan Dunia Baru

Bersiap Menghadapi Tatanan Dunia Baru

Oleh Dr. Andi Desfiandi* DUNIA mungkin akan berbeda setelah pandemi covid-19 ini usai diseluruh negara dan tatanan dunia baru mungkin akan dimulai. Tatanan sosial, ekonomi, budaya, pertahanan & kemanan, politik dan lain-lain sangat mungkin berubah. Semuanya mungkin tidak akan sama lagi dan kita semua harus bersiap agar mampu bersaing bahkan mengambil momentum untuk bisa mengambil manfaat disaat negara-negara lain juga sedang memanaskan mesinnya untuk akselerasi. Peradaban dunia dengan tatanan baru harus diantisipasi sejak saat ini sambil bertahan agar tidak ikut terseret oleh kuatnya arus akibat depresi ekonomi dunia yang sudah didepan mata. Karena setiap kesempatan dan inovasi selalu muncul akibat masalah dan kesulitan yang dialami oleh manusia dan kita harus mengambil inisiatif untuk mengambil momentum rebound dengan cepat dan tepat. Banyak analisa yang memprediksi bahwa covid-19 ini akan membawa dunia kepada era kegelapan ekonomi baru yang terparah selama sejarah turbulansi ekonomi dunia, bahkan akan lebih parah dari depresi ekonomi dunia tahun 1929. Tatanan dunia baru juga akan merubah sikap dan perilaku manusia termasuk perilaku konsumsinya pada tahun tahun awal bangkitnya ekonomi setelah pandemi. Negara termasuk swasta dan BUMN juga UMKM harus mampu meningkatkan daya saing agar mampu melakukan akselerasi disaat titik nol tatanan dunia baru dimulai. Kalau kita melihat apa yang dilakukan oleh Jepang, AS, Israel, Korea Selatan, Perancis dan lain-lain di era akhir 1980-an telah melakukannya dan kemudian berhasil menjadi pionir yang kemudian menguasai global. Begitupula dengan negara Tiongkok, Kanada, Afrika Selatan, Australia dan lain-lain juga melakukan hal yg sama pada era akhir 1990an dan kemudian mereka terutama Tiongkok berhasil menyusul negara-negara maju dan merajai ekonomi global. Negara melalui kementerian dan lembaga yang fokus kepada penelitian dan inovasi diminta untuk mengejar peningkatan daya saing negara, sementara biarkan saja kementerian dan lembaga lain fokus melawan covid-19 dan jaring pengaman serta penguatan ekonomi domestik (usaha rakyat, kecil dan menengah). Swasta terutama BUMN juga melakukan hal yang sama dengan melakukan penelitian dan inovasi dalam rangka peningkatan daya saing korporasi termasuk melakukan competitiveness research & intelligence. Untuk bisa memprediksi dengan akurat apa yang dibutuhkan oleh konsumen dunia dan produk dan jasa apa yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan dunia. Indonesia memiliki resource yang jauh berlimpah dibandingkan dengan negara-negara lain baik natural resources juga human capital resources, tinggal bagaimana mengkonversi resources yang ada menjadi product yang memiliki daya saing tinggi dan memiliki nilai tambah yang juga tinggi termasuk daya saing SDM kita. Barangkali momentum ini adalah peluang emas bagi negara kita untuk bisa menjadi pemain utama ekonomi dunia, sementara negara-negara lain termasuk negara maju lagi sibuk berperang melawan covid-19. Perubahan tatanan dunia tentunya juga akan merubah lingkungan bisnis dan kebutuhan manusia terhadap seluruh aspek kehidupan. Peningkatan daya saing harus dilakukan secara serius dan komprehensif dengan melakukan market intelligence, penguatan tehnologi termasuk tehnoligi digital, riset pasar, penguatan daya saing SDM, Inovasi produk dan jasa, kolaborasi serta relaksasi dan insentif dunia usaha dan riset, penguatan daya saing UMKM dan usaha rakyat. Daya saing UMKM dan usaha rakyat juga perlu diperkuat, karena sudah terbukti bahwa sektor usaha yang selama ini tahan terhadap turbulansi ekonomi adalah UMKM. UMKM Indonesia adalah salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia dan berkontribusi signifikan kepada ekonomi Indonesia selama ini. Negara-negara seperti Swedia, Swiss, Kanada, Belanda dan lain-lain termasuk Tiongkok pada waktu kebangkitan ekonominya juga fokus pada penguatan daya saing UMKM mereka dan terbukti mampu menjadi negara dengan kekuatan ekonomi raksasa. Untuk itu sangat diperlukan peran pemerintah sebagai regulator dan terutama sektor swasta dan BUMN benar-benar menjalankan kemitraan strategis dengan UMKM secara holistik dan bukan hanya seremonial semata. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi covid-19 dengan segala konsekuensinya dan dapat mengambil momentum rebound dengan baik untuk menjadi pemain ekonomi dunia. Aamiin. (*) *Ketua Bidang Ekonomi DPP Pejuang Bravo Lima *Ketua Lembaga Perekonomian NU Lampung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: