Header 7th RLO

Perhatian untuk Orang Tua! Medsos Salah Satu Pemicu Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Perhatian untuk Orang Tua! Medsos Salah Satu Pemicu Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

ILUSTRASI/SUMBER FOTO WWW.WEBARQ.COM--

PESISIR BARAT, RADARLAMPUNG.CO.ID -Banyak faktor yang memicu terjadinya kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Salah satunya pengaruh media sosial. Karena itu harus ada pengawasan maksimal dari orang tua terhadap anak-anaknya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pesisir Barat dr. Budi Wiyono mengungkapkan, selain orang terdekat, media sosial seperti facebook dan sejenisnya menjadi salah satu pemicu terjadinya kasus kekerasan seksual anak dibawah umur. 

Berdasar data Dinas P3AKB Pesisir Barat, sejak Januari-Juni 2022  tercatat 14 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. 

“Total anak yang menjadi korban dalam kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, persetubuhan dan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) itu sebanyak 29 orang,” kata dr. Budi Wiyono. 

BACA JUGA: Simak! Ini Cara Melihat Hasil Pengumuman SBMPTN 2022

Dijelaskan, dari 14 kasus, empat di antaranya pelecehan seksual. Kemudian dua kasus pemerkosaan dan lima kasus persetubuhan anak di bawah umur. 

Pelakunya didominasi orang terdekat korban. Sebagian besar melakukan perbuatan tersebut karena pengaruh media sosial. Rata-rata korban merupakan pelajar usia 14-15 tahun. 

Sedangkan, untuk ABH ada tiga kasus. Salah satu pemicunya persoalan rumah tangga (broken home).

“Khususnya kasus kekerasan seksual itu, korban rata-rata berkenalan dengan pelaku melalui medsos. Itu salah satu pemicu terjadi tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur tersebut,” jelas dr. Budi Wiyono. 

BACA JUGA: Soal Isu Kecurangan SBMPTN, Ini Kata Panitia Lokal Universitas Lampung

Dilanjutkan, pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya kembali kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, Dinas P3AKB Pesbar terus berupaya melakukan pembinaan dan sosialisasi  ke sekolah-sekolah.

Terutama Sekolah Ramah Anak (SRA) yang ada di Pesbar ini maupun sekolah lainnya. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat.

Dr. Budi Wiyono mengungkapkan, pengaruh keluarga, sekolah, maupun lingkungan rumah cukup penting dalam pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak di bawah umur, terutama pelecehan seksual, pemerkosaan dan sebagainya.

“Selain para orang tua, kita juga berharap agar seluruh sekolah tetap berperan aktif dalam pencegahan kekerasan terhadap anak dibawah umur. Artinya peran serta semua pihak sangat diharapkan," tegas dr. Budi Wiyono. (yan/ais)

Sumber: