Header 7th RLO

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Berupaya Sukseskan BIAN

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Berupaya Sukseskan BIAN

Pelaksanaan BIAN Di Sekolah. Foto Dok Diskes Lamtim--

LAMPUNG TIMUR, RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus berupaya mensukseskan program bulan imunisasi anak (Bian).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur dr. Satya melalui Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Sartono menjelaskan, Bian dilaksanakan mulai Mei 2022 lalu. 

Menurutnya, sasaran Bian untuk Lampung Timur sebanyak 184.574 anak usia 9 bulan hingga 12 tahun. 

Dari jumlah tersebut, hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 137.680 atau 74,6 persen. 

BACA JUGA:Defisit Anggaran Ratusan Miliar Lampung Timur, M. Dawam Gelar Rapat Koordinasi

Dilanjutkan, untuk mencapai sasaran Bian yang ditargetkan saat ini Dinas Kesehatann Lampung Timur bersama seluruh Puskesmas masih terus melaksanakan imunisasi bagi anak-anak.

Antara lain, dengan mendatangi sekolah-sekolah dan melaksanakan imunisasi di Puskesmas Lampung Timur, Pustu dan Posyandu yang tersebar di 24 kecamatan.

Ditambahkan, kegiatan Bian terbagi dua yaitu imunisasi campak rubella untuk anak usia 9 bulan sampai 12 tahun.

Kemudian, imunisasi kejar yaitu untuk melengkapi imunisasi dasar lengkap dengan sasaran anak 12 bulan sampai 59 bulan.

BACA JUGA:Bupati Lampung Timur: Capaian PAD Tolok Ukur Kinerja OPD!

Diketahui sebelumnya, Bupati Lampung Timur M. Dawam Rahardjo berharap dukungan seluruh elemen masyarakat mensukseskan program imunisasi anak. 

Hal itu disampaikan M.Dawam Rahardjo saat pencangan bulan imunisasi anak nasional (Bian) di Puskesmas Sukadana, Rabu 18 Juni 2022.

Menurutnya, dengan adanya pandemi covid-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal.

Hal itu menyebabkan jumlah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin banyak.

BACA JUGA:Pemkab Lamtim Berpotensi Alami Defisit Anggaran, Angkanya Capai Rp227,12 Miliar

Karenanya dibutuhkan suatu upaya kolaboratif terintegrasi yang dapat mengharmonisasikan kegiatan imunisasi tambahan dan imunisasi kejar. Itu untuk menutup kesenjangan imunitas di masyarakat.

Upaya tersebut dilaksanakan melalui BIAN.

"BIAN tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan seluruh lintas sektor dan elemen masyarakat," jelas M. Dawam dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Azwar Hadi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Satya Nugraha dan para kepala OPD. (*)

Sumber: