Catat! Pemerintah Janji Naikan Harga Sawit untuk Para Petani, Bisa Normal Kembali Dalam 2 Pekan

Catat! Pemerintah Janji Naikan Harga Sawit untuk Para Petani, Bisa Normal Kembali Dalam 2 Pekan

Harga sawit terus anjlok ke angka yang dikeluhkan petani. Foto: Andre/Radar Way Kanan--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah angkat bicara mengenai anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di seluruh para petani.

Dan, Pemerintah menjanjikan dalam beberapa waktu dekat ini kondisi penjualan harga kelapa sawit dapat kembali normal lagi.

Plt. Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin menjelaskan, harga TBS yang anjlok disebabkan karena beberapa faktor.

Mulai dari waktu untuk melakukan ekspor minyak goreng pascalarangan dan juga demand yang berkurang di luar negeri.

BACA JUGA:Hibahkan Teaching Farm Closed House, Jadi Sarana Belajar Teknologi Budidaya Broiler Modern

"Suatu kegiatan ekspor itu mesti berproses, ini baru beberapa minggu kita dibolehkan ekspor kembali. Sedangkan terdapat berita bahwa Indonesia akan siram ekspor padahal butuh waktu, sementara itu harga kelapa sawit bereaksi duluan," tutur Rachmat dalam konferensi pers, Selasa 28 Juni 2022.

Sedangkan jika untuk melakukan kegiatan ekspor butuh logistik yang memadai, dimulai dari pembeli, pencarian kapal, dan lain-lain.

Lalu Rachmad juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pelaku industri yang ada.

"Seharusnya sawit dalam beberapa waktu ke depan ini harusnya sudah menormalisasi (harga) yang kembali normal," jelasnya.

BACA JUGA:Harga Obat Pertanian di Tubaba Bikin Warga Menjerit

Firman Hidayat selaku Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional dan Perjanjian Internasional Kemenko Marves menjelaskan bahwa pemerintah sudah memberikan alokasi ekspor yang cukup besar melalui program transisi flush out dan out SIMIRAH I tetapi belum ada hasil.

"Dalam DMO SIMIRAH I itu sekitar 2,2 juta total alokasi ekspor selama Juni ini 3,4 juta ton yang bisa dilakukan eksportir, flush out sekitar 1 juta ton, tapi alokasi PE sudah terbit 1,8 juta ton dalam dua program tapi ternyata realisasi ekspor baru 2 juta ton,"  tuturnya.

Lalu Firman juga menjelaskan bahwa lambannya ekspor juga bukan menjadi masalah murahnya harga TBS di tingkat para petani.

Dia pun yakin bahwa beberapa waktu ke depan harga TBS akan kembali normal seperti semula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: