Kecap dan Sambal ABC Ditarik dari Pasar Singapura, Ini Efek Sampingnya Jika Nekat Mengonsumsi

Kecap dan Sambal ABC Ditarik dari Pasar Singapura, Ini Efek Sampingnya Jika Nekat Mengonsumsi

FOTO WIKIPEDIA.COM - Ilustrasi dua produk ABC yang ditarik oleh SFA.--

RADARLAMPUNG.DISWAY.ID – Dua produk ABC resmi ditarik dari peredaran di Singapura oleh Singapore Food Agency (SFA) atau Badan Makanan Singapura pada 6 September 2022 lalu.

Kedua produk ABC yang ditarik oleh SFA, yakni Kecap Manis ABC dan ABC Sambal Ayam Goreng, diketahui mengandung bahan alergen atau bahan pemicu alergi. 

Dilansir radarlampung.disway.id melalui channelnewsasia.com pada Kamis, 8 September 2022, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI turut menanggapi penarikan kedua produk ABC oleh SFA tersebut. 

Deputi III BPOM Bidang Pengawasan Pangan Olahan Rita Endang menegaskan, BPOM RI telah melakukan pengawasan terkait produk yang ditarik oleh SFA sebelum diedarkan. 

BACA JUGA:Mengandung Bahan Pemicu Alergi, Kecap dan Sambal ABC Ditarik dari Peredaran Singapura

“Keduanya (produk ABC yang ditarik) terdaftar dan beredar di Indonesia. Hasil pengawasan Badan POM terhadap label produk di peredaran telah sesuai dengan persetujuan pendaftaran. Termasuk pencantuman informasi alergi sulfit,” tegas Rita Endang. 

Berdasarkan peraturan di Singapura, produk makanan yang mengandung bahan yang diketahui menyebabkan hipersensitivitas, harus dicantumkan dalam label kemasan produk. Bahan dalam produk juga harus dicantumkan pada label kemasan produk sesuai dengan urutannya.

Meskipun kedua produk ABC yang ditarik mengandung bahan alergen sulfit, SFA menyatakan, hal itu tidak menimbulkan isu keamanan pangan pada konsumen umum. Akan tetapi, keberadaan bahan alergen atau pemicu alergi mungkin saja bisa berdampak pada orang yang memiliki alergi.

Kehadiran alergen belerang dioksida, putih telur, dan tepung terigu, faktanya tidak menimbulkan masalah keamanan pangan pada konsumen. Kecuali bagi para konsumen yang memang alergi terhadapnya. 

BACA JUGA:Pengacara Mantan Calon Bupati Pesbar Sebut Kasus Terkesan Dipaksakan

“Alergi dalam makanan bisa mengakibatkan reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadapnya,” ungkap SFA dikutip radarlampung.disway.id melalui hellosehat.com pada Kamis, 8 September 2022. 

Sulfit merupakan bahan pengawet kimia yang biasanya digunakan dalam produk makanan atau minuman kemasan. Agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Namun ada beberapa reaksi atau dampak yang ditimbulkan dari gejala alergi sulfit. Yakni sebagai berikut:

1. Masalah pencernaan seperti diare, kram perut, mual, atau bahkan muntah.

2. Gejala lainnya yang disebabkan bahan alergen. Yaitu alergi pada kulit. Ditandai dengan muncul ruam merah dan kulit menjadi gatal.

Sumber: