Ofrit Jembatan Way Laay Kembali Ambrol, BPJN Lampung Janji Kebut Perbaikan

Ofrit Jembatan Way Laay Kembali Ambrol, BPJN Lampung Janji Kebut Perbaikan

Jembatan Way Laay, di Pekon Laay, Kecamatan Karya Pengawa, Pesisir Barat (Pesbar), kembali putus. FOTO DOKUMEN POLSEK PESISIR TENGAH --

RADARLAMPUNG.CO.ID - Jembatan Way Laay, Kecamatan Karya Pengawa, Pesisir Barat (Pesbar), kembali putus pada Minggu, 13 November 2022.

Putusnya jembatan tersebut menyebabkan lalu lintas dari Krui, Pesisir Barat menuju Bengkulu dan sebaliknya lumpuh.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menyatakan bakal mengebut perbaikan.

Hal itu disampaikan Kepala BPJN Lampung Rien Marlia melalui Kasi Preservasi BPJN Lampung Mardalenna, Minggu, 13 November 2022.

BACA JUGA:Bayak Konsumen Menunggak, Dirut Perumda Air Minum Way Rilau: Pembayaran Tagihan Berpengaruh ke Pelayanan

"Tim sedang melakukan perbaikan sementara dengan menimbun oprit jembatan," kata Lena -sapan akrab Mardalenna.

Dia mengatakan, sejak Minggu pagi timnya sudah turun lapangan melakukan tindakan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat dan Lampung Barat.

"Sejak pagi sudah dilakukan pembersihan lokasi longsor dan perbaikan sementara oprit jembatan. Karena ini (ambrolnya) sebadan jalan," tambah Lena.

Diberitakan sebelumnya, BPJN berencana melakukan perbaikan jembatan Way Laay di Pekon Laay Kecamatan Karya penggawa, kabupaten Pesisir Barat yang sebelumnya sempat jebol. Perbaikan bakal dilakukan pada 2023 mendatang.

BACA JUGA:Mahasiwa UTI Siap Berlaga di Ajang Pomnas

"Dari kejadian kemarin, BPJN berencana melakukan perbaikan permanen pada jembatan Way Laay yang akan dianggarkan pada 2023 mendatang," kata Lena belum lama ini.

Dia mengatakan, jembatan dengan panjang 81,7 meter dan lebar 6 meter tersebut dibangun pada 1989 lalu. Pada 17 Oktober 2022 lalu terjadi banjir bandang di Kabupaten Pesisir Barat yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan pelengkap jembatan dan lingkungan sekitar DAS (daerah aliran sungai) dari Jembatan Way Laay.

"Dari kejadian itu terdapat kerusakan yang membuat munculnya lubang pada aspal di oprit jembatan. Itu terjadi karena banjir bandang yang mengakibatkan tergulingnya retaining wall beton, sehingga air banjir memasuki daerah timbunan/oprit dan menyebabkan adanya gerusan," lanjutnya.

Gerusan itu lah yang menyebabkan hanyutnya material di bawah oprit sehingga terbentuk rongga kosong di bawah oprit dan aspal amblas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: